Uncategorized

Rumah Vaksinasi Bogor

By on August 29, 2018
Assalamualaikum.. Mami mau sharing tentang pengalaman mami vaksin adek di Rumah Vaksinasi Bogor. Mami sebenernya udah lama tau tentang rumah vaksinasi ini. Kayanya dari jaman Kenzie lahir deh  udah ada rumah vaksinasi ini. Gak lama di Bogor buka juga. Lokasi RV Bogor ada di Taman Yasmin sektor 6 ya.

Mami kutip sejarah singkat Rumah Vaksinasi yang mami ambil dari web https://rumahvaksinasi.id/

Rumah Vaksinasi didirikan pada akhir Maret 2012 oleh dr. Piprim B. Yanuarso, SpA(K) karena keprihatinan akan mahalnya biaya vaksinasi di Rumah Sakit Swasta. Rumah Vaksinasi berjuang untuk memberikan solusi berupa layanan vaksinasi bagi anak dan dewasa yang murah dengan kualitas prima.

Inisiatif untuk mendirikan Rumah Vaksinasi berawal dari percakapan Dr.Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), seorang dokter dari RS Cipto Mangunkusumo dengan seorang followernya di twitter. Sang pasien yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu mengeluhkan mahalnya harga vaksin.

Rumah Vaksinasi memperhatikan kesehatan klien secara utuh. Setiap anak yang datang ke Rumah Vaksinasi akan dipantau tumbuh kembangnva. Orang tua juga akan dipandu untuk memberikan ASI eksklusif kepada anaknya.

Konsep vaksinasi nonprofit atau vaksin murah yang disediakan di Rumah Vaksinasi adalah vaksin dengan harga dari distributor lalu ditambah jasa medis dokter, sehingga tarif vaksinasi di Rumah Vaksinasi bisa ditekan menjadi sangat murah dibanding dengan di RS swasta.

Berdasarkan hal di atas, mami memutuskan sekarang ini Keana vaksin di Rumah Vaksinasi Bogor. Berhubung sekarang papi ga ada asuransi dari kantornya, jadi mami memutuskan di Rumah Vaksinasi aja. Dulu sih vaksin di RS aman ya karena ditanggung asuransi, gak takut kantong jebol. Hahaha. Lumayan banget kan itu pas vaksin DPT yang gak panas, vaksin Hexaxim plus jasa dokter dan lain-lain abis sekitar Rp  1,2jt. Coba kalo bayar sendiri. Alhamdulillah DPT  sama PCV 1x ditanggung asuransi. Setelah itu papi pindah kerja jadi gak pake asuransi lagi sekarang.

Pas mami posting IG story adek abis vaksin,  temen mami ngasih tau, kenapa gak vaksin di Rumah Vaksinasi Bogor aja. Harga jauh lebih murah dan juga kita ga barengan sama pasien lain yang lagi sakit. Kan anak kita soalnya lagi sehat. Eh iya ya, bener juga. Langsung deh jadwal vaksin selanjutnya mami bawa adek ke RV Bogor.

Awal vaksin di RV Bogor tanggal 19 Maret 2018. Adek vaksin DPT, HIB, dan Polio di umur 18 bulan. Mami dan papi ikutan vaksin TD. Bener kata orang-orang habis vaksin pegel lengannya. Ternyata lumayan ya rasanya di vaksin hehehe. Maafin mami ya adek harus ngerasain sakit disuntik. Tapi mendingan sakit disuntik dek, daripada harus ngalamin sakitnya. Amit-amit.

Ada dua dokter yang praktek , dr. Tafdhila dan dr. Saza. Keana udah pernah sama keduanya. Keduanya enak diajak konsulnya.

Keana vaksin apa aja?

Sebelumnya kita liat dulu yuk jadwal imunisasi rekomendasi IDAI tahun2017

Source: google

Vaksin yang sudah diberikan:

  • Hepatitis B 1, 2, 3, 4
  • Polio 0, 1, 2, 3, 4
  • BCG
  • DTP 1, 2, 3, 4
  • HIB 1, 2, 3, 4
  • PCV 1, 2, 3
  • Influenza
  • Campak
  • MR
  • Varisela

Vaksin yang terlewat:

  • Rotavirus

Vaksin yang akan diberikan selanjutnya:

  • Japanese Enchepalitis
  • Tifoid
  • Hepatitis A
Jadwal RV Bogor
Jadwal praktek RV Bogor ga sama tiap minggunya, jadi untuk tahu jadwal prakteknya bisa follow Instagramnya @rv.bogor ya. Kalau mau vaksin Diana sebaiknya telepon dulu untuk menanyakan stok vaksinnya.
Biaya RV Bogor
Biaya vaksin sudah termasuk dengan jasa dokter. Harga juga lebih murah dibandingkan dengan harga di rumah sakit. Setiap kunjungan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 10.000
Mami lampirkan prickelst vaksin di RV Bogor ya.

Jadi mami udah 3 kali vaksin Adek di RV Bogor dan bakal lanjut vaksin lagi disana. Yang mau vaksin anaknya boleh coba vaksin di RV Bogor yaa..

Continue Reading

Uncategorized

Imunisasi

By on April 27, 2012
Kemarin jadwal Kenzie untuk imunisasi. Usia Kenzie sudah 2 bulan 1 minggu, jadi Kenzie harus diimunisasi DPT I dan Polio. Begitu sampai di dokter, si dokter nanya “Mau diimunisasi Hib juga?” “Bukannya itu imunisasi yang dianjurkan yah dok? Jadi ga diwajibkan.” Dokternya bilang kalau sekarang imunisasi tersebut sudah diwajibkan sejak tahun 2011. Di buku catatan Kenzie saya lihat pemberian vaksin Hib termasuk imunisasi yang dianjurkan. Dokter bilang itu merupakan jadwal imunisasi yang sudah lama dan belum di perbarui lagi. 
Apakah penting vaksin Hib itu? Kata dokter, semua vaksin yang dianjurkan sebenarnya sama pentingnya dengan vaksin-vaksin yang diwajibkan. Kalau begitu, mengapa ada jenis imunisasi wajib dan imunisasi yang dianjurkan? Menurut penjelasan dokter, pemerintah hanya menyediakan 5 vaksin yang diberikan secara gratis (di posyandu), yaitu, BCG, Hepatitis B, Polio, DPT, dan Campak. Sedangkan, untuk vaksin Hib, PCV, Rotavirus, Influenza, Varisela, MMR, Tifoid, Hepatitis A, dan HPV, orang tua harus mengeluarkan dana sendiri. Sehingga disebut imunisasi yang dianjurkan Biaya untuk vaksin-vaksin tersebut memang agak mahal karena masih di import. Namun, pada kenyataannya banyak orang tua yang tidak melakukan imunisasi yang dianjurkan karena dianggap sudah melakukan imunisasi wajib serta biaya imunisasi yang dianjurkan tersebut cukup mahal. Kalau saya tidak dijelaskan seperti itu, saya juga tidak akan melakukan imunisasi yang dianjurkan. Akhirnya Kenzie diimunisasi DPT+Hib dan Polio. Pemberian vaksin Hib bisa dibarengi dengan pemberian vaksin DPT. Biaya yang dikeluarkan memang cukup mahal, karena selain imunisasi Hib, saya memilih imunisasi DPT yang tanpa panas. Total seluruh biayanya Rp 447.000. Beda biaya vaksin DPT yang panas dan tanpa panas sampai 10 kali lipatnya loh.
Saya tampilkan jadwal imunisasi tahun 2008 dan jadwal imunisasi tahun 2011-2012 berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Jadwal Imunisasi Tahun 2008
Jadwal Imunisasi Tahun 2011-2012
Jadi dari kedua gambar tersebut tampak jelas bahwa tidak ada lagi imunisasi wajib dan imunisasi yang dianjurkan sejak tahun 2011. Semuanya wajib untuk dilakukan. 
Saya sebenarnya masih belum paham manfaat dari masing-masing vaksin tersebut. Nah, saya akan menjelaskan tentang manfaat dari masing-masing vaksin.
  1. BCG, berguna untuk mencegah penyakit TBC. Vaksin ini diberikan di usia 2-3 bulan. BCG disuntikan di lengan kanan atas yang nantinya akan menimbulkan bekas. Ada yang bilang (DSA Kenzie) jika tidak tampak bekasnya, maka harus suntik ulang. Namun, ada juga yang bilang tidak perlu diulang.
  2. Hepatitis B,berguna untuk mencegah penyakit Hepatitis B yang menyebabkan peradangan hati akut yang nanti bisa berlanjut menjadi kanker hati. Vaksin ini diberikan dalam waktu 12 jam setelah bayi lahir, kemudian dilanjutkan pada usia 1bulan, dan antara 3-6 bulan.
  3. Polio, diberikan untuk mencegah penyakit polio yang menyebabkan salah satu kaki lumpuh setelah terkena demam. Pemberian vaksin polio berbarengan dengan DPT dan diberikan sebanyak 6 kali.
  4. DPT, diberikan untuk mencegah penyakit Diphteria (penyakit akibat terjangkit bakteri), Pertusisi (batuk rejan), dan Tetanus. Vaksin ini diberikan sebanyak 5 kali dan digabungkan dengan vaksin Hib.
  5. Campak, diberikan untuk mencegah penyakit campak. Vaksin ini diberikan sebanyak 2 kali, yaitu pada usia 9 bulan dan 6 tahun.
  6. Hib, berguna untuk mencegah penyakit yang disebabkan kuman haemophilus influenza type B yang mengakibatkan komplikasi radang selaput otak. Hib diberikan sebanyak 4 kali berbarengan dengan DPT atau terpisah
  7. PCV, diberikan untuk mencegah penyakit Invasive Pneumococcal Disease (IPD) yang menyebabkan komplikasi radang selaput otak. Pada bayi diberikan sebanyak 4 kali, namun jika bari diberikan di usia di atas 2 tahun cukup diberikan sekali
  8. Rotavirus, diberikan untuk mencegah diare. Rotavirus diberikan sebanyak 3 kali pada usia, 2, 4, dan 6 bulan
  9. Influenza, berfungsi untuk mencegah penyakit yang disebabkan virus influenza. Vaksin ini diberikan pada usia 6 bulan dan diulang setiap tahun
  10. Varisela, berfungsi untuk mencegah penyakit cacar air yang diberikan pada usia di atas 12 bulan dan hanya sekali saja
  11. MMR, berguna mencegah penyakit campak, gondongan, dan campak jerman. Vaksin ini diberikan pada usia 15 bulan, dan diulang pada usia 5-6 tahun
  12. Tifoid, berguna untuk mencegah penyakit typhus. Vaksin diberikan pada usia 2 tahun dan diulang tiap 3 tahun sekali
  13. Hepatitis A, diberikan untuk mencegah penyakit Hepatitis A yang diberikan sebanyak 2 kali, mulai usia 2 tahun dan di ulang dengan jarak 6 bulan-1 tahun
  14. HPV, diberikan kepada anak perempuan sebanyak 3 kali untuk mencegah kanker serviks pada usia di atas 10 tahun
Dari penjabaran di atas memang pemberian vaksin-vaksin tersebut sangat bermanfaat karena dapat mencegah berbagai macam penyakit. Nah, yang jadi masalah tidak semua orang mampu untuk mengeluarkan biaya yang cukup mahal untuk vaksin-vaksin yang tadinya dianjurkan. Saya saja merasa sedikit berat mengeluarkan biaya tersebut. Tapi untuk anak akan saya lakukan yang terbaik. Semoga saja pemerintah sanggup membiayai vaksin-vaksin tersebut sehingga anak-anak Indonesia bisa mendapatkannya, kalaupun tidak gratis setidaknya harganya lebih murah.

Buat Kenzie, sehat selalu yah ‘Nak 🙂

Continue Reading