Uncategorized

Dari Twitter Saya Belajar Merawat Kenzie

By on July 4, 2012
Kok bisa ya belajar merawat anak dari Twitter? Ya, tentu bisa. Sekarang ini banyak sekali akun yang memberikan informasi tentang cara merawat anak. Awalnya saya follow @aimi_asi dan @ID_AyahASI. Kedua akun tersebut memberikan banyak informasi terutama tentang ASI. Awalnya saya tahu kedua akun tersebut dari teman. Namun saya gak mau follow @ID_AyahASI karena pas saya buka timeline-nya, wah bahasanya agak kurang sopan -menurut saya-. Suami saya pun gak mau follow karena alasan yang sama. Eh tapi, hari kedua pasca melahirkan saya mulai follow @ID_AyahASI. Hari kedua pasca melahirkan ASI saya belum keluar, lalu Kenzie kuning karena blilirubinnya tinggi. Nah, mulai dari situ saya coba follow untuk bertanya dan mencari informasi. I’m a newly mom. Cuma berdua sama suami ngurus Kenzie. Belum ada pengalaman tentang merawat bayi, belum tahu bagaimana cara merawat bayi, belum tahu seluk beluk tentang ASI, dan belum tahu permasalahan-permasalahan apa saja yang sering dialami bayi. Alhamdulillah dengan follow @aimi_asi dan @ID_AyahASI saya mendapatkan banyak informasi.

@ID_AyahASI
Sekarang saya merasa sangat menyesal kenapa gak follow kedua akun tersebut. Seharusnya sejak dari awal hamil saya sudah follow, karena twit mereka sangat-sangat bermanfaat, saya sudah tahu ilmunya sebelum melahirkan. Dari mereka saya mendapatkan semangat untuk tetap bisa memberikan ASI untuk Kenzie, padahal ASI saya sudah seret. Sampai Kenzie sempat minum sufor selama 1 bulan. Sekarang Kenzie sudah full ASI. Banyak pertanyaan  saya yang mereka jawab. @ID_AyahASI selalu bilang: “Gak ada ASI yang gak bagus”, “Biar ASI lancar harus happy”, “Syukuri berapapun hasil perah”. Ada satu kata sakti yang suka disebut mimin dalam menjawab pertanyan “Anyone?” 😛 (mimin siapa ya yang sering jawab begitu?). Kadang jawaban mereka lucu-lucu. Saya baru sadar jawaban-jawaban mereka yang pada awalnya saya anggap tidak sopan ternyata bisa menghibur busui agar bisa tertawa. Busui kan harus tenang dan senang agar hormon oksitosin lancar jayaaa. Dan saya bisa bilang, kalau saya jatuh cinta sama akun @ID_AyahASI . Terimakasih mimin-mimin yang super baik dan super konyol 😛

Tidak hanya menjawab pertanyaan seputar ASI, @ID_AyahASI juga menjawab berbagai pertanyaan seputar kehamilan, cara merawat bayi, dan lain-lain. Misalnya tentang penanganan bayi yang terkena batpil, obat-obat apa saja yang boleh dikonsumsi busui, makanan apa ajah yang boleh dimakan sama busui. Saat Kenzie kena batpil untuk yang kedua kalinya, saya sengaja gak mau bawa ke dokter. Saya coba home treatment yang diajarin sama para mimin  ini. Dengan home treatment terapi uap ruangan, batpil Kenzie gak separah batpil yang pertama. Gak ada tuh ingus yang ngalir dari hidungnya.
Kalau malem jumat, mimin suka bikin pertanyaan yang kocak dan mereka RT jawaban para followernya. Asli deh menghibur banget. Hehehe. Dan yang pasti, mimin ini ga pernah bosen jawab pertanyaan yang sama.
Selain berkicau di twitter, mereka juga memberikan informasi di blog mereka, http://www.ayahasi.org/ dan  http://aimi-asi.org/ . Beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan di twitter, jawabannya bisa dilihat di blog secara lengkap. Oh ya, AIMI ASI dan Ayah ASI membuat iklan layanan masyarakat yang meceritakan tentang ayah ASI. Ayah juga sangat berpengaruh dalam keberhasilan menyusui. Menyentuh sekali iklan layanan masyarakat ini. Alhamdulillah papi melakukakan semua yang dilakukan ayah ASI dalam iklan tersebut. Bahagianya istri yang selalu dibantu sama suami dalam mengurus anak 🙂
Ayah ASI ngeluarin buku loh. Infonya bisa dilihat di http://www.ayahasi.org/2012/06/hrefhttpwww.html . 
Selain AIMI ASI dan Ayah ASI, banyak akun lainnya yang membantu saya dalam merawat Kenzie. Untuk bertanya kepada DSA, saya biasanya bertanya kepada @drtiwi , @drOei , @dr_piprim , @dr_Muzal (konsultan pencernaan dan hati anak), dan @dr_ardi . Pertanyaan yang sering saya tanyakan tentang perkembangan berat badan Kenzie, perkembangan bayi setiap bulannya, dan tentang pup Kenzie yang sedang kena diare. Mereka merespon twit saya dengan sangat baik. Tapi jangan kecewa juga kalau pertanyaan kita gak dijawab. Pasti banyak banget mention yang masuk ke mereka dan mereka ga bisa jawab semua pertanyaan yang masuk. Saya sih sering dijawab tapi suka ga dijawab juga. hehe.
Akun-akun lainnya yang juga membantu dalam merawat anak diantaranya, @MamaKokiHandal (untuk mempelajari MPASI), @dokteranakkita , @tipsmenyusui dan @BuahHati_TTV (akun acara Buah Hati Trans TV). Sebenarnya masih banyak akun lainnya tapi cuma akun-akun tersebut yang saya tahu dan saya follow.
Saya juga mengikuti milis asiforbaby , disana saya banyak bertanya tentang pengalaman-pengalaman baru yang bikin saya bingung dalam merawat Kenzie, meminta support untuk tetap memberikan ASI. Saya juga bisa membaca permasalahan-permasalahan dari ibu lainnya yang tentunya memberikan pengetahuan buat saya.
Twit akun-akun tersebut, blog AIMI ASI dan Ayah ASI, serta milis asiforbaby jadi bacaan wajib buat saya setiap harinya. Saya sarankan bagi bumil, busui, atau bahkan yang belum menikah untuk mem-follow akun-akun yang saya sebutkan tadi. Akun-akun tersebut sangat bermanfaat, memberikan kita banyak ilmu. Selain itu, saya mendapatkan banyak teman karena bertanya kepada mereka dan follower mereka ikut membantu pertanyaan saya.
Semoga bermanfaat ya 🙂

Continue Reading

Uncategorized

Terapi Uap Ruangan

By on June 26, 2012
Batuk Pilek (batpil), penyakit yang sering banget dialami sama anak-anak. Ya, Kenzie sudah dua kali kena batpil. Pertama waktu Kenzie umur 1 bulan dan yang kedua saat Kenzie umur 4 bulan (seminggu yang lalu). Kenzie selalu ketularan dari orang-orang. Waktu batpil yang pertama saya sampe gak tega litnya. Hidung Kenzie mampet, hidung penuh dengan ingus, dan batuk berdahak. Bayi baru umur 1 bulan udah ngerasain kayak gitu. Kita aja yang dewasa ngerasa sakit dan kewalahan kalau lagi batpil apalagi Kenzie 🙁 Pernah Kenzie sampai muntah mengeluarkan dahak berwarna kuning. Lemes rasanya liat Kenzie kaya gitu. Mata Kenzie sampe merah dan ngeluarin air mata. Rasanya pengen marah sama orang yang nularin batpilnya ke Kenzie. Ternyata gini ya rasanya jadi orang tua kalau liat anaknya sakit. Sedih banget. Batpil yang pertama ini Kenzie berobat ke dokter dan dikasih puyer. Kadang Kenzie suka muntah kalau dikasih obat. Dan pernah satu hari setelah minum obat Kenzie banyak banget tidurnya, melek cuma sebentar dan tidur lagi. Badan Kenzie lemes banget. Yang biasanya tangannya bertenaga ini nggak. Akhirnya saya berhentiin minum obatnya. 
Minggu kemarin Kenzie kena batpil lagi. Dan ini ketularan lagi. Huuft. Kesal rasanya. Kenzie sampai 2 kali kena batpil padahal usianya baru 4 bulan. Kali ini saya gak mau berobat lagi ke dokter. Pasti Kenzie dikasih obat lagi. Saya takut Kenzie ngalamin hal yang sama. Saya pernah baca twit @ID_AyahASI tentang penanganan bayi yang kena batpil. Bayi yang terserang batpil sebenarnya tidak perlu minum obat, cukup banyak diberi ASI, dijemur, dan treatment terapi uap ruangan. Saya mencoba 3 hal tersebut. Dan alhamdulillah batpil Kenzie tidak parah, tidak seperti yang pertama. Memang Kenzie  pilek tapi tidak parah. Dengan terapi uap ruangan bukan berarti hanya dengan sekali melakukan batpil akan langsung hilang. Butuh beberapa hari sampai batpil benar-benar hilang. Terapi uap ruangan ini bertujuan untuk mengencerkan dan mengeluarkan lendir, serta melegakan pernapasan.
Bagaimana sih terapi uap ruangan itu? 
  • Pertama sediakan air panas dalam sebuah wadah lalu teteskan dengan minyak kayu putih.  
  • Taruh wadah tersebut di pojokkan kamar
  • Tutup pintu kamar agar uap menyebar ke seluruh ruangan
  • Jika ruangan menggunakan AC, set AC agar tidak terlalu dingin, karena AC membuat udara menjadi kering
  • Lakukan beberapa kali agar hasilnya lebih maksimal

Dalam sehari saya bisa 3-4 kali melakukan terapi uap ruangan ini. Mudah dan murah. Batuk pilek pun jadi tidak parah. Setelah sehari terapi uap ruangan, batuk Kenzie langsung hilang. Tinggal pileknya saja, tapi pilek itu cuma sedikit, tidak sampai mengalir terus dari hidung. Terapi uap ruangan ini berhasil buat Kenzie.

Silahkan mencoba ya buat ibu-ibu lainnya. Semoga membantu.

Continue Reading

Uncategorized

Saya (Ingin dan Harus) Memberikan ASI Eksklusif untuk Kenzie

By on April 20, 2012
Kenapa saya memberikan tanda kurung pada kalimat Ingin dan Harus?
Ingin: karena saya sempat memberikan sufor kepada Kenzie, jadi saya mempunya keinginan untuk memberhentikan sufor dan memberikan ASI secara eksklusif
Harus: Saya harus memberikan ASI secara eksklusif karena itu cita-cita saya. Harus bisa memberikan ASI sampai usia 2 tahun. ASI is the best!
Ya, saya baru memberikan ASI secara eksklusif tanpa dicampur sufor baru seminggu ini. Padahal usia Kenzie sudah 2 bulan.
ASI saya baru keluar 2 hari setelah melahirkan. Pada saat itu Kenzie lebih banyak tidurnya. Jadi, dia jarang menyusu. Saya ga tahu kalau ternyata Kenzie jarang menyusu dan lebih banyak tidur itu tanda-tanda ia mengalami Jaundice. Saat ASI mulai keluar banyak Kenzie harus dirawat di ruang Perinatologi, jadi saya hanya bisa menyusui secara langsung pada jam besuk saja. Saya memompa ASI untuk diberikan pada Kenzie. ASI saya banyak, payudara sampai bengkak. Hasil pompa pertama kali mencapai 60ml. Menurut teman saya, hasil pompa sampai 50ml itu sangat banyak. ASI yang dipompa berwarna kuning. Itulah kolostrum. Alhamdulillah Kenzie mendapatkan kolostrum. Kolostrum sangat bagus untuk bayi karena mengandung immunoglobulin IgA yang melapisi saluran pencernaan. 

Hasil Pompa Pertama 60ml


Setelah pulang ke rumah, Kenzie masih malas menyusu. Kenzie lebih sering tertidur. Lagi-lagi saya tidak menyadari inilah tanda bayi terkena Jaundice. ASI saya banyak, payudara membengkak. Saya pompa lagi untuk mengurangi bengkak. Dari 1 payudara saya bisa menghasilkan 110ml. Baju dan bra sering basah karena ASI merembes. Saya malas memompa -hal yang sangat saya sesalkan sampai sekarang-.
Saat Kenzie berusia 7 hari, Kenzie kontrol untuk pertama kalinya. Dokter menyarankan untuk tes bilirubin lagi karena badan Kenzie terlihat kuning. Maklum saya dan suami merupakan orang tua baru dan keluarga kami tidak ada yang mengerti tentang jaundice ini. Ternyata bilirubinnya cukup tinggi. Akhirnya Kenzie harus dirawat lagi selama 4 hari. Dokter menyarankan agar Kenzie dibantu dengan sufor agar bilirubinnya cepat turun. Karena panik dan belum paham tentang Jaundice maka saya setuju saja.
Hari pertama Kenzie dirawat ASI saya masih banyak sampai rembes. Tapi karena saya stress, lama kelamaan ASI mulai seret. Lagi-lagi saya malas memompa ASI. Padahal harusnya saya rajin memompa untuk menjaga produksi ASI. ASI itu produksinya based on demand.
Saya keterusan memberikan sufor. Ditambah lagi saat usianya 1 bulan Kenzie harus dirawat lg di perinatologi karena bilirubin tinggi lagi. Kenzie stop minum ASI selama 3hari. Alhamdulillah Kenzie sudah tidak kuning lagi. Sebenarnya, kalaupun bayi mengalami breastmilk jaundice, tidak perlu stop memberikan ASI. Karena saya ga tega lihat mata Kenzie yang masih kuning dan takut bilirubinnya tinggi lagi, saya terpaksa memberikan sufor dan stop ASI selama 3 hari. 
ASI saya makin seret. Akhirnya saya tetap mencampur ASI dengan sufor. Saya merasa Kenzie belum kenyang kalau hanya minum ASI. Ternyata hal tersebut salah. Harusnya saya rajin memberikan ASI ke Kenzie dan juga rajin memompa agar ASI tetap banyak. 
Lingkungan juga memengaruhi psikis saya yang membuat saya sedikit stress. Banyak yang menyarankan untuk memberikan sufor saja. Ada juga yang bilang ASI saya tidak bagus. Stress ternyata bikin ASI jadi seret. Tapi ada sebagian orang, teman-teman saya yang mendukung dan menyemangati saya untuk memberikan ASI untuk Kenzie. Tiap hari saya dikirimi pesan yang membangkitkan semangat saya. Suami saya, dialah yang sangat-sangat membantu dan menyemangati saya untuk memberikan ASI lagi untuk Kenzie. Papi membelikan breastpump, membelikan makanan apa saja yang saya minta, membantu mengurus Kenzie, menemani saya saat pumping, dan selalu menjaga emosi saya agar tetap stabil.
Beruntung sekali saya follow @ID_ayahASI . Saya sering bertanya bagaimana caranya agar ASI saya kembali deras. Tweet mereka memberikan efek positif pada saya. Follower mereka pun sering merespon saya dan menyemangati saya.
Intinya agar ASI deras itu simpel: hati senang, pikiran tenang, dan yakin kalau ASI kita deres. Itulah yang sekarang selalu saya lakukan agar ASI saya kembali banyak. Kenapa hanya dengan hal-hal tersebut ASI bisa menjadi banyak? Karena ASI diproduksi berdasarkan hormon oksitokin dan hormon prolatin. Hormon oksitosin dipengaruhi oleh pikiran dan perasaan. Jika hati kita senang dan pikiran kita tenang, makan hormon oksitoksin akan meningkat yang juga membuat produksi ASI menjadi meningkat. Sedangkan hormon prolatin akan meningkat jumlahnya jika payudara “kosong” tidak bengkak. Untuk lebih lengkapnya silahkan baca disini http://www.ayahasi.org/2012/04/gimana-asi-ngucur.html

Gak mudah bagi saya dalam usaha memperbanyak ASI. Kadang saya suka stress ketika pompa yang tadinya saya bisa dapat 100ml sekali pompa, lalu hanya dapat 20ml sekali pompa. Itupun menghabiskan waktu 1 jam. Stress ketika Kenzie menangis saat meyusu karena ASInya tidak keluar lagi. Tapi hasil pompa bukan merupakan patokan kalau ASI saya sedikit. Saat seperti itu saya sendiri yang harus bisa menenangkan diri, saya tidak boleh stress. Saya harus yakin ASI saya banyak, ASI saya cukup untuk Kenzie. Berusaha keras saya menanamkan pikiran itu dalam otak saya.

Sampai detik ini saya masih berusaha agar ASI saya kembali banyak. Agar Kenzie benar-benar lepas dari sufor. Biar Kenzie bisa gendut dengan sehat seperti bayi-bayi ASI lainnya. Saya rajin minum, sehari bisa lebih dari 2 liter. Saya rajin makan, terutama makanan yang katanya bisa membantu produksi ASI. Saya juga selalu berusaha menjaga hati dan pikiran saya agar tetap senang dan tenang. Saya selalu meyakinkan diri kalau ASI saya banyak, ASI saya cukup untuk Kenzie, dan ASI saya yang terbaik untuk Kenzie. Alhamdulillah sekarang produksi ASI saya sudah mulai banyak lagi. Kenzie sudah tidak minum sufor. Semoga ASI saya benar-benar banyak sampai Kenzie berusia 2 tahun. 
Terima kasih untuk suami saya yang selalu menyemangati dan membantu saya. Terima kasih untuk teman-teman yang selalu memberikan semangat agar saya yakin kalau ASI saya banyak. Terima kasih untuk mimin-mimin @ID_ayahASI dan @aimi_asi yang selalu menjawab pertanyaan saya, dari kalian saya banyak belajar.
Hal yang saya pelajari dari pengalaman ini adalah:
Memberikan ASI adalah perjuangan seorang ibu. Beruntung dan bersyukurlah mereka yang dikaruniai ASI yang berlimpah, sedangkan saya harus berjuang agar seperti mereka.
Saya akan terus berjuang agar ASI saya banyak. Semuanya demi Kenzie. Bukan maksud saya egois karena keukeuh ingin memberikan ASI, tapi saya tahu ASI adalah yang terbaik untuk bayi, terutama anak saya Kenzie. Tidak ada yang bisa menyaingi bagusnya kandungan ASI, sekalipun harga susu formula sampai ratusan ribu.
Doakan saya ya agar berhasil dalam perjuangan ini! 🙂

Continue Reading

Uncategorized

Kenzie Pup-nya Gak Teratur

By on April 19, 2012
Aduuuuh.. Kenzie udah 5 hari nih ga pup. Tapi sebelumnya Kenzie gak pup selama 8 hari. Sebelumnya lagi gak pup selama 4 hari. Siapa coba yang ga bingung kalo anaknya ga pup. Pasti orang tua baru yang belum ada pengalaman bakal panik kalo anaknya yang tadinya pup-nya tiap hari sekarang jadi ga teratur gini. Ya itulah yang saya alami, panik, takut, dan bingung harus bagaimana.
Untungnya, walopun pup-nya ga teratur Kenzie ga pernah rewel atau mengedan sambil kesakitan. Berarti Kenzie gak mengalami sembelit.

Setelah 4 hari gak pup dan pas banget sama jadwal imunisasi, saya pergi ke dokter. Saya kasih tahu ke dokter A. “Dok, Kenzie udah 4 hari belum pup. Gimana nih dok, harus digimanain? Kenzie miminya campur sufor dok.” “Sudah 4 hari yah. Kalo lebih dari 5 hari harus diwaspadai. Ibu colok aja lubang anusnya pakai ujung termometer yang dikasih baby oil.”

Sampai di rumah, lubang anus Kenzie dicolok pakai ujung termometer. Besoknya Kenzie langsung pup banyak. Setelah itu, sampai 8 hari Kenzie gak pup juga. Saya makin takut karena ini lebih lama dari sebelumnya. Akhirnya saya dan papi nya bawa Kenzie ke dokter lagi. Kami pergi ke DSA yang lain, yang lebih enak diajak diskusinya. Kata dokter B “Gak apa-apa kok bu. Kenzie kentut kan? Kenzie sehat kok.” “Jadi gak apa-apa nih dok Kenzie belum pup? Apa perlu dikasih microlax?” “Gak perlu. Biar aja.” Sesampainya di rumah, gak berapa lama Kenzie pup. Hahaha.. Masa setiap mau pup harus ke dokter dulu.
Masalah pup ini sering banget terjadi pada bayi. Pada bayi usia 6 bulan yang baru mencicipi MPASI sering mengalami pup yang teratur. Bagi bayi yang menyusu ASI secara eksklusif, hal ini tidak perlu ditakuti karena ASI terserap secara sempurna oleh tubuh bayi sehingga tidak ada ampas yang harus dibuang. Sedangkan pada bayi yang mengonsumsi sufor, hal ini perlu diwaspadai karena bisa saja bayi mengalami sembelit karena tidak cocok dengan sufornya. Bagi bayi yang baru mencoba MPASI terjadi karena mereka baru memakan sesuatu yang baru.
Untuk mengetahui tentang pup bayi silahkan baca di blog @ID_ayahASI : http://www.ayahasi.org/2011/12/ini-pup-kumana-pup-mu.html
Sekarang Kenzie saya berentiin sufornya. Saya memberikan sufor karena merasa ASI saya kurang. Tapi karena pup Kenzie jadi ga teratur, takut karena sufornya makanya saya berentiin. Kenzie sudah mimi ASI aja, jadi saya ga akan khawatir kalau Kenzie gak pup selama beberapa hari.

Continue Reading

Uncategorized

Breastmilk Jaundice (Sakit Kuning Karena ASI)

By on March 14, 2012
Ya.. Sudah 24 hari usia Kenzie. Tapi saya masih harus melihat matanya yang kuning. Memang badannya sudah tidak kuning, tapi matanya masih terlihat kuning. Sebenarnya sedih sekali saya ketika melihat matanya. Tapi begitu melihat senyumnya saat kami saling berpandangan membuat saya merasa bahagia. Kenzie selalu menghibur saya dengan senyumnya.
Hari Sabtu kemarin (10 Maret 2012), saya mengunjungi dokter anak untuk konsultasi mengenai keadaan Kenzie. Yang paling pertama saya tanyakan adalah tentang penyakit kuningnya. Dokter bilang keadaannya sudah baik. Kuning yang ada di daerah kepala sampai leher akan hilang dalam waktu 1 bulan. Oke, saya tenang karena dokter mengatakan hal itu. Selain itu, dokter bilang saya harus tetap memberikan ASI, tidak perlu tambah sufor. Malah saya diberitahu bagaimana caranya agar ASI lebih banyak.
Tapi, ketika saya sedang berduaan dengan Kenzie dan lagi-lagi ketika menatap matanya, saya merasa galau lagi. Apa benar keadaan Kenzie bener-benar sehat? Apa tidak terlalu lama Kenzie mengalami sakit kuning?
Saat-saat seperti ini saya membutuhkan orang-orang yang bisa mendukung saya secara psikis. Menyemangati saya, membuat hati saya tenang. Lalu teman saya menghubungi lewat BBM, dia menceritakan temannya ada yang mengalami hal yang sama seperti saya. Ia mengalami Breastmilk Jaundice. Bayinya mengalami kuning dan menurut cerita ASI nya tidak cocok untuk bayinya. Namun, dia berpikir “saya yakin Allah Swt tidak akan menciptakan ASI jika ASI berbahaya untuk bayi, maka saya bertekad terus memberikan ASI, dengan resiko harus bersabar melihat kuning pada bayinya selama 7 minggu“. Dan akhirnya, karena tekadnya yang kuat dengan menyusui bayinya setiap 2 jam sekali, bayinya sembuh dari sakit kuning.

Memang benar, Allah telah menciptakan ASI dengan sedemikian rupa kandungannya yang pasti akan menyehatkan bayi.Cerita itu tentu menjadi penyemangat saya. Saya harus bisa seperti dia. Tetap kuat melihat anak yang kuning dan tetap menyusuinya dengan ASI tentunya bukan sufor, walaupun Kenzie sudah minum sufor uuntuk beberapa waktu. 

Saya berpikir, apa mungkin saya mengalaim Breastmilk Jaundice? Mungkin. Lalu saya mencari tahu tentang hal tersebut. Saya menanyakan hal tersebut di twitter kepada @aimi_asi dan @ID_AyahASI . Lalu, saya diberi link website yang menjelaskan tentang Breastmilk Jaundice.

Berikut penjelasan mengenai Breastmilk Jaundice yang saya kutip dari :

@ID_AyahASI: Ada juga yang disebut dengan Breastmilk Jaundice,ini disebabkan karena bilirubin yg telah diolah susu terserap kembali oleh tubuh

@ID_AyahASI: Untuk mendiagnosa hal ini, bayi paling tidak sudah berusia satu minggu, bayi yg alami ini biasanya alami juga penyakit kuning fisiologis berlebihan

@ID_AyahASI: Bayi harus mengalami kenaikan berat badan yang baik, hanya dengan menyusu, buang air besarnya banyak dan sering, urinnya jernih, dan secara umum dalam keadaan baik

@ID_AyahASI: Breastmilk jaundice mengalami puncaknya pada hari ke 10-21, namun dapat berlanjut hingga dua sampai tiga bulan

@ID_AyahASI: Breastmilk jaundice merupakan sesuatu yang normal. Jarang, kalaupun pernah, yang menyebabkan menyusui harus dihentikan.

@ID_AyahASI: Sangat jarang dibutuhkan perawatan apapun, seperti fototerapi. Menyusui seharusnya tidak dihentikan “untuk menentukan diagnosis”

@ID_AyahASI: Jika bayi benar-benar dalam keadaan baik dengan menyusu saja, tak ada alasan apapun untuk menghentikan menyusui

@ID_AyahASI: Bayi yang TIDAK SERING MINUM ASI dapat mengalami gejala ini, maka penting sekali untuk sering-sering menyusui BBL (minimal 8-12x dalam 24 jam)

@ID_AyahASI: Itu kenapa disebut Breastmilk Jaundice karena umumnya disebabkan karena Bayi Kurang Minum ASI

@ID_AyahASI: Ketika bayi mendapatkan sedikit ASI, buang air besar cenderung menjadi sedikit dan jarang

@ID_AyahASI: Itu krn bilirubin di usus bayi terserap kembali ke dalam darah dan bukannya dibuang saat buang air besar

@ID_AyahASI: Sudah jelas, cara terbaik untuk mencegah “sakit kuning karena tidak mendapat cukup ASI” adalah dengan mulai menyusui dengan benar

@ID_AyahASI: pendekatan awal untuk bayi sakit kuning krn tidak cukup ASI bukan dgn hentikan bayi menyusu dan kemudian kasih Sufor

@ID_AyahASI: kalo sakit kuning banyak dari bayi kita yang biasanya di kasih perawatan sinar Fototerapi (lampu bilirubin)

@ID_AyahASI: Fototerapi menyebabkan bayi membutuhkan lebih banyak cairan. meningkatkan frekuensi menyusui biasanya dapat menutupi kebutuhan cairan ini

@ID_AyahASI: jika bayi dirasakan membutuhkan lebih banyak cairan,menyusui saja,lebih baik ASI perah daripada diberi susu formula

@ID_AyahASI: jadi pastikan cara menyusui sudah benar, jangan ragu untuk bertanya ke dokter atau Konselor Laktasi

http://www.nbci.ca/index.php?option=com_content&view=article&id=355:breastfeeding-and-jaundice-indo&catid=29:information-indonesian&Itemid=67

Ada suatu kondisi yang biasa disebut breastmilk jaundice (sakit kuning karena ASI).  Tak ada yang tahu pasti penyebab breastmilk jaundice. Untuk mendiagnosa hal ini, bayi paling tidak sudah berusia satu minggu, yang menarik adalah, banyak bayi yang mengalami breastmilk jaundice juga mengalami kuning fisiologis yang berlebihan. Bayi harus mengalami kenaikan berat badan yang baik, hanya dengan menyusu, buang air besarnya banyak dan sering, urinnya jernih, dan secara umum dalam keadaan baik. 

Breastmilk jaundice merupakan sesuatu yang normal. 

Bagaimanapun, menurut pengalaman kami, sebagian besar bayi yang disusui secara eksklusif yang benar-benar sehat dan mengalami kenaikan berat badan yang baik masih mengalami sakit kuning pada lima sampai enam minggu pertama dalam kehidupannya, atau bisa lebih. Sebenarnya, seharusnya pertanyaannya adalah apakah normal atau tidak jika tidak sakit kuning dan apakah jika tidak sakit kuning ada yang perlu kita khawatirkan? Jangan berhenti menyusui, bagi bayi yang mengalami “breastmilk” jaundice.   

Sudah jelas, cara terbaik untuk mencegah “sakit kuning karena tidak mendapat cukup ASI” adalah dengan mulai menyusui dengan benar

Jika bayi menyusu dengan baik, menyusu lebih sering sudah cukup untuk menurunkan kadar bilirubin, meskipun sebenarnya tak ada yang benar-benar perlu dilakukan. Jika bayi menyusu kurang baik, membantu bayi melekat dengan lebih baik dapat membuat bayi menyusu lebih efektif dan mendapatkan lebih banyak ASI. Menekan payudara agar bayi mendapatkan lebih banyak ASI juga dapat membantu.

Saat-saat seperti ini saya membutuhkan banyak informasi. Saya sering bertanya pada teman dan mencari informasi lewat internet. Untungnya informasi yang saya dapatkan bisa membuat saya kuat dan tetap memberikan ASI untuk Kenzie.
Memang butuh kesabaran dan kekuatan hati dalam menjalani ini. Tapi saya yakin, saya bisa menjalani ini semua. Kenzie pasti akan sehat sebentar lagi. Kuningnya akan hilang. Amin.
Agar ASI lancar dan banyak, faktor psikis kita harus sangat diperhatikan. Hati dan pikiran kita harus senang dan tenang. Dijamin ASI akan banyak dan lancar. Tanamkan dalam pikiran kita kalau ASI kita banyak dan sehat. 🙂
Terima kasih @aimi_asi , @ID_AyahASI yang telah memberikan informasi yang sangat bermanfaat dan Teh Astri yang selalu memberikan semangat untuk menghadapi semua ini dan selalu menyemangati untuk ngasi ASI buat Kenzie.. Terimas kasih.. 🙂

Continue Reading