Uncategorized

Saya (Ingin dan Harus) Memberikan ASI Eksklusif untuk Kenzie

By on April 20, 2012
Kenapa saya memberikan tanda kurung pada kalimat Ingin dan Harus?
Ingin: karena saya sempat memberikan sufor kepada Kenzie, jadi saya mempunya keinginan untuk memberhentikan sufor dan memberikan ASI secara eksklusif
Harus: Saya harus memberikan ASI secara eksklusif karena itu cita-cita saya. Harus bisa memberikan ASI sampai usia 2 tahun. ASI is the best!
Ya, saya baru memberikan ASI secara eksklusif tanpa dicampur sufor baru seminggu ini. Padahal usia Kenzie sudah 2 bulan.
ASI saya baru keluar 2 hari setelah melahirkan. Pada saat itu Kenzie lebih banyak tidurnya. Jadi, dia jarang menyusu. Saya ga tahu kalau ternyata Kenzie jarang menyusu dan lebih banyak tidur itu tanda-tanda ia mengalami Jaundice. Saat ASI mulai keluar banyak Kenzie harus dirawat di ruang Perinatologi, jadi saya hanya bisa menyusui secara langsung pada jam besuk saja. Saya memompa ASI untuk diberikan pada Kenzie. ASI saya banyak, payudara sampai bengkak. Hasil pompa pertama kali mencapai 60ml. Menurut teman saya, hasil pompa sampai 50ml itu sangat banyak. ASI yang dipompa berwarna kuning. Itulah kolostrum. Alhamdulillah Kenzie mendapatkan kolostrum. Kolostrum sangat bagus untuk bayi karena mengandung immunoglobulin IgA yang melapisi saluran pencernaan. 

Hasil Pompa Pertama 60ml


Setelah pulang ke rumah, Kenzie masih malas menyusu. Kenzie lebih sering tertidur. Lagi-lagi saya tidak menyadari inilah tanda bayi terkena Jaundice. ASI saya banyak, payudara membengkak. Saya pompa lagi untuk mengurangi bengkak. Dari 1 payudara saya bisa menghasilkan 110ml. Baju dan bra sering basah karena ASI merembes. Saya malas memompa -hal yang sangat saya sesalkan sampai sekarang-.
Saat Kenzie berusia 7 hari, Kenzie kontrol untuk pertama kalinya. Dokter menyarankan untuk tes bilirubin lagi karena badan Kenzie terlihat kuning. Maklum saya dan suami merupakan orang tua baru dan keluarga kami tidak ada yang mengerti tentang jaundice ini. Ternyata bilirubinnya cukup tinggi. Akhirnya Kenzie harus dirawat lagi selama 4 hari. Dokter menyarankan agar Kenzie dibantu dengan sufor agar bilirubinnya cepat turun. Karena panik dan belum paham tentang Jaundice maka saya setuju saja.
Hari pertama Kenzie dirawat ASI saya masih banyak sampai rembes. Tapi karena saya stress, lama kelamaan ASI mulai seret. Lagi-lagi saya malas memompa ASI. Padahal harusnya saya rajin memompa untuk menjaga produksi ASI. ASI itu produksinya based on demand.
Saya keterusan memberikan sufor. Ditambah lagi saat usianya 1 bulan Kenzie harus dirawat lg di perinatologi karena bilirubin tinggi lagi. Kenzie stop minum ASI selama 3hari. Alhamdulillah Kenzie sudah tidak kuning lagi. Sebenarnya, kalaupun bayi mengalami breastmilk jaundice, tidak perlu stop memberikan ASI. Karena saya ga tega lihat mata Kenzie yang masih kuning dan takut bilirubinnya tinggi lagi, saya terpaksa memberikan sufor dan stop ASI selama 3 hari. 
ASI saya makin seret. Akhirnya saya tetap mencampur ASI dengan sufor. Saya merasa Kenzie belum kenyang kalau hanya minum ASI. Ternyata hal tersebut salah. Harusnya saya rajin memberikan ASI ke Kenzie dan juga rajin memompa agar ASI tetap banyak. 
Lingkungan juga memengaruhi psikis saya yang membuat saya sedikit stress. Banyak yang menyarankan untuk memberikan sufor saja. Ada juga yang bilang ASI saya tidak bagus. Stress ternyata bikin ASI jadi seret. Tapi ada sebagian orang, teman-teman saya yang mendukung dan menyemangati saya untuk memberikan ASI untuk Kenzie. Tiap hari saya dikirimi pesan yang membangkitkan semangat saya. Suami saya, dialah yang sangat-sangat membantu dan menyemangati saya untuk memberikan ASI lagi untuk Kenzie. Papi membelikan breastpump, membelikan makanan apa saja yang saya minta, membantu mengurus Kenzie, menemani saya saat pumping, dan selalu menjaga emosi saya agar tetap stabil.
Beruntung sekali saya follow @ID_ayahASI . Saya sering bertanya bagaimana caranya agar ASI saya kembali deras. Tweet mereka memberikan efek positif pada saya. Follower mereka pun sering merespon saya dan menyemangati saya.
Intinya agar ASI deras itu simpel: hati senang, pikiran tenang, dan yakin kalau ASI kita deres. Itulah yang sekarang selalu saya lakukan agar ASI saya kembali banyak. Kenapa hanya dengan hal-hal tersebut ASI bisa menjadi banyak? Karena ASI diproduksi berdasarkan hormon oksitokin dan hormon prolatin. Hormon oksitosin dipengaruhi oleh pikiran dan perasaan. Jika hati kita senang dan pikiran kita tenang, makan hormon oksitoksin akan meningkat yang juga membuat produksi ASI menjadi meningkat. Sedangkan hormon prolatin akan meningkat jumlahnya jika payudara “kosong” tidak bengkak. Untuk lebih lengkapnya silahkan baca disini http://www.ayahasi.org/2012/04/gimana-asi-ngucur.html

Gak mudah bagi saya dalam usaha memperbanyak ASI. Kadang saya suka stress ketika pompa yang tadinya saya bisa dapat 100ml sekali pompa, lalu hanya dapat 20ml sekali pompa. Itupun menghabiskan waktu 1 jam. Stress ketika Kenzie menangis saat meyusu karena ASInya tidak keluar lagi. Tapi hasil pompa bukan merupakan patokan kalau ASI saya sedikit. Saat seperti itu saya sendiri yang harus bisa menenangkan diri, saya tidak boleh stress. Saya harus yakin ASI saya banyak, ASI saya cukup untuk Kenzie. Berusaha keras saya menanamkan pikiran itu dalam otak saya.

Sampai detik ini saya masih berusaha agar ASI saya kembali banyak. Agar Kenzie benar-benar lepas dari sufor. Biar Kenzie bisa gendut dengan sehat seperti bayi-bayi ASI lainnya. Saya rajin minum, sehari bisa lebih dari 2 liter. Saya rajin makan, terutama makanan yang katanya bisa membantu produksi ASI. Saya juga selalu berusaha menjaga hati dan pikiran saya agar tetap senang dan tenang. Saya selalu meyakinkan diri kalau ASI saya banyak, ASI saya cukup untuk Kenzie, dan ASI saya yang terbaik untuk Kenzie. Alhamdulillah sekarang produksi ASI saya sudah mulai banyak lagi. Kenzie sudah tidak minum sufor. Semoga ASI saya benar-benar banyak sampai Kenzie berusia 2 tahun. 
Terima kasih untuk suami saya yang selalu menyemangati dan membantu saya. Terima kasih untuk teman-teman yang selalu memberikan semangat agar saya yakin kalau ASI saya banyak. Terima kasih untuk mimin-mimin @ID_ayahASI dan @aimi_asi yang selalu menjawab pertanyaan saya, dari kalian saya banyak belajar.
Hal yang saya pelajari dari pengalaman ini adalah:
Memberikan ASI adalah perjuangan seorang ibu. Beruntung dan bersyukurlah mereka yang dikaruniai ASI yang berlimpah, sedangkan saya harus berjuang agar seperti mereka.
Saya akan terus berjuang agar ASI saya banyak. Semuanya demi Kenzie. Bukan maksud saya egois karena keukeuh ingin memberikan ASI, tapi saya tahu ASI adalah yang terbaik untuk bayi, terutama anak saya Kenzie. Tidak ada yang bisa menyaingi bagusnya kandungan ASI, sekalipun harga susu formula sampai ratusan ribu.
Doakan saya ya agar berhasil dalam perjuangan ini! πŸ™‚

Continue Reading

Uncategorized

Kenzie Pup-nya Gak Teratur

By on April 19, 2012
Aduuuuh.. Kenzie udah 5 hari nih ga pup. Tapi sebelumnya Kenzie gak pup selama 8 hari. Sebelumnya lagi gak pup selama 4 hari. Siapa coba yang ga bingung kalo anaknya ga pup. Pasti orang tua baru yang belum ada pengalaman bakal panik kalo anaknya yang tadinya pup-nya tiap hari sekarang jadi ga teratur gini. Ya itulah yang saya alami, panik, takut, dan bingung harus bagaimana.
Untungnya, walopun pup-nya ga teratur Kenzie ga pernah rewel atau mengedan sambil kesakitan. Berarti Kenzie gak mengalami sembelit.

Setelah 4 hari gak pup dan pas banget sama jadwal imunisasi, saya pergi ke dokter. Saya kasih tahu ke dokter A. “Dok, Kenzie udah 4 hari belum pup. Gimana nih dok, harus digimanain? Kenzie miminya campur sufor dok.” “Sudah 4 hari yah. Kalo lebih dari 5 hari harus diwaspadai. Ibu colok aja lubang anusnya pakai ujung termometer yang dikasih baby oil.”

Sampai di rumah, lubang anus Kenzie dicolok pakai ujung termometer. Besoknya Kenzie langsung pup banyak. Setelah itu, sampai 8 hari Kenzie gak pup juga. Saya makin takut karena ini lebih lama dari sebelumnya. Akhirnya saya dan papi nya bawa Kenzie ke dokter lagi. Kami pergi ke DSA yang lain, yang lebih enak diajak diskusinya. Kata dokter B “Gak apa-apa kok bu. Kenzie kentut kan? Kenzie sehat kok.” “Jadi gak apa-apa nih dok Kenzie belum pup? Apa perlu dikasih microlax?” “Gak perlu. Biar aja.” Sesampainya di rumah, gak berapa lama Kenzie pup. Hahaha.. Masa setiap mau pup harus ke dokter dulu.
Masalah pup ini sering banget terjadi pada bayi. Pada bayi usia 6 bulan yang baru mencicipi MPASI sering mengalami pup yang teratur. Bagi bayi yang menyusu ASI secara eksklusif, hal ini tidak perlu ditakuti karena ASI terserap secara sempurna oleh tubuh bayi sehingga tidak ada ampas yang harus dibuang. Sedangkan pada bayi yang mengonsumsi sufor, hal ini perlu diwaspadai karena bisa saja bayi mengalami sembelit karena tidak cocok dengan sufornya. Bagi bayi yang baru mencoba MPASI terjadi karena mereka baru memakan sesuatu yang baru.
Untuk mengetahui tentang pup bayi silahkan baca di blog @ID_ayahASI : http://www.ayahasi.org/2011/12/ini-pup-kumana-pup-mu.html
Sekarang Kenzie saya berentiin sufornya. Saya memberikan sufor karena merasa ASI saya kurang. Tapi karena pup Kenzie jadi ga teratur, takut karena sufornya makanya saya berentiin. Kenzie sudah mimi ASI aja, jadi saya ga akan khawatir kalau Kenzie gak pup selama beberapa hari.

Continue Reading

Uncategorized

Bayi Kuning karena Bilirubin Tinggi

By on March 9, 2012
“Ibu, bayi ibu agak kuning. Bilirubinnya 11,7mg/dl jadi bayi ibu harus masuk ruang perinatologi untuk disinar biru agar bilirubinnya turun. Golongan darah ibu berbeda dengan golongan darah bayi, ibu O dan bayi A. Bayi harus dirawat di ruang perinatologi selama 24 jam sampai bilirubinnya turun sekitar 10mg/dl, jadi baru bisa keluar besok siang. Mudah-mudahan bisa pulang bareng dengan ibunya.”
Astaghfirullah, ada apa ini? Dokter spesialis anak ku visit untuk pertama kalinya dan memberitahukan berita itu. Bayi kuning? Bilirubin? Pernah saya mendengar istilah itu. Tapi saya belum paham apa maksud dari istilah tersebut. Harus dirawat? Nyeeess.. Air mata saya langsung menetes begitu saja. Bayi yang baru lahir 3 hari harus dirawat? Semua perasaan campur aduk menghantui saya.Saking paniknya, saya tidak menanyakan  apa penyebabnya, mengapa itu bisa terjadi, dan apa itu bilirubin.

Kenzie di Ruang Perinatologi

Jadi, kata dokter semua bayi bisa saja kuning karena bilirubinnya tinggi, namun karena perbedaan golongan darah anatar ibu dan anak, resiko bilirubin naik lebih cepat. Perbedaan golongan darah ini hanya terjadi pada ibu yang golongan darahnya O dan anaknya A atau B.
Kenzie masuk ruang perinatologi sebanyak 2 kali:
Pertama, pada hari ketiga setelah lahir (21 Februari 2012) , Kenzie masuk Perinatologi dan disinar biru single karena bilirubinnya 11,7mg/dl. Setelah 24 jam disinar, bilirubin turun menjadi 10,5mg/dl dan Kenzie diizinkan untuk pulang. 
Kedua, pada hari ketujuh setelah lahir (25 Februari 2012), Kenzie kontrol dan ternyata dokter menyatakan kalau Kenzie masih kuning dan mungkin kadar bilirubinnya  >12mg/dl. Akhirnya, Kenzie tes darah lagi. Astaghfirullah, ternyata hasilnya 19,5mg. Sedih rasanya. Saya sebagai ibu merasa sangat tidak berguna karena bilirubin Kenzie sampai tinggi seperti itu. Kenzie harus dirawat lagi di Perinatologi selama 4 hari dengan triple sinar biru. Kulit Kenzie sampai kering karena tiga lampu sinar biru. Karena sinar biru yang banyak akan mengakibatkan bayi merasa ngat haus, akhirnya Kenzie minum sufor untuk memperbanyak cairan yang masuk. Saya hanya bisa menggendong dan menyusuinya pada jam besuk saja, yaitu pukul 11.00-12.00 dan pukul 17.00-18.00. Rasa sakit pada perut setelah operasi caesar tidak saya pikirkan ketika harus bolak-balik ke rumah sakit, yang penting saya bisa memeluk Kenzie. Satu jam yang sangat-sangat berharga. Setelah hari keempat, Kenzie diizinkan pulang karena bilirubinnya sudah 9,7mg/dl. Alhamdulillah ya Allah.
Jadi, apa sih bilirubin itu? 
Dalam tubuh manusia, darah yang baru sedang dihasilkan sepanjang waktu dan darah yang lama sedang dimusnahkan. Salah satu produk darah yang dimusnahkan dikenal sebagai bilirubin.
Peningkatan bilirubin terjadi pada 2 sampai 4 hari setelah kelahiran.
Apa penyebab bilirubin meningkat?
  1. Organ hati yang belum sempurna, makan hati belum bisa memecah sel darah tersebut dengan sempurna.
  2. Perbedaan golongan darah ibu (O) dan anak (A atau B) yang dimana dalam darah ibu terdapat Anti A dan anti B yang malah menghancurkan sel darah marah bayi yang menyebabkan bilirubin meningkat.
  3. Kekurangan enzim G6PD (Glucosa 6 phospate Dehidrogenase) yang berfungsi memperkuat sel darah merah agar tidak mudah pecah
  4. Bayi dengan kelainan fungsi hati yang tidak dapat memecah sel darah merah
  5. Bayi yang kekurangan cairan karena pada hari pertama atau kedua setalah persalinan kadang ASI belum keluar
  6. Bayi lahir dengan bantuan alat vakum
Ciri-ciri bayi kuning:
  1. Lebih banyak tidur dan malas menyusu
  2. Bola mata bagian putih menguning
  3. Jika kulit ditekan maka akan terlihat warna kuning. 

Penanganan bayi kuning:

  1. Jika kadar bilirubin tidak terlalu tinggi, bayi cukup dijemur dengan sinar matahari selama 30 menit dan banyak menyusu
  2. Jika bilirubin sangat tinggi, maka bayi harus disinar biru.
Kenzie memang terlihat sangat nyenyak tidurnya dan malas menyusu. Sebagai ibu baru, saya tidak mengerti kalau ternyata hal tersebut merupakan akibat dari bilirubinnya yang tinggi. Saya menganggap Kenzie bayi yang anteng dan tidak rewel.
Sekarang, saya harus rajin menyusui Kenzie, minimal 2 jam sekali. Susah sekali membangunkan Kenzie yang tidurnya sangat nyenyak. Sampai sekarang Kenzie masih sering tidur dibandingkan terjaganya. Namun saya harus tetap membangunkannya dengan cukup susah.
Butuh perjuangan dan kekuatan hati melewati ini semua. Rasanya tidak tega ketika melihat bola matanya yang berwarna kuning. Untung ada suami yang selalu menguatkan saya melewati ini semua.
Doakan Kenzie ya semoga sehat selalu dan tidak kuning lagi.
Semoga tulisan saya ini dapat bermanfaat untuk yang membacanya. Jika ada bunda yang mengalami hal yang sama, silahkan sharing. Supaya ilmu dan pengetahuan kita bertambah. Terima kasih πŸ™‚

Continue Reading

Uncategorized

Hello.. My Name is Kenzie Adla Kanandar

By on March 6, 2012
Alhamdulillah.. Akhirnya ada waktu nih buat update blog.. Saya mau cerita tentang kebahagiaan terbesar saya.. My baby boy was born.. Sebenernya proses lahiran dede ga terduga.. Bener-bener gak terduga.. 
Oh iya, kenalin dulu.. Nama anak laki-lakiku Kenzie Adla Kanandar.. Panggil saja Kenzie.. Kenzie berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya pemimpin yang bijaksana, Adla berasal dari bahasa Arab yang artinya adil. Sedangkan Kanandar, merupakan gabungan dari kata Eka yang artinya pertama dan Nandar yang diambil dari nama papi nya.. Jadi, kalau digabungin arti dari namanya adalah Putra pertama Nandar yang insya Allah nantinya bisa menjadi pemimpin yang bijaksana dan adil. Amin…

Kenzie Adla Kanandar

Sekarang, saya mau cerita nih tentang proses persalinan Kenzie.. Yuk disimak..
Jumat, 17 Februari 2012
Saya kontrol ke dokter.. Hasil kontrol menyatakan: jumlah air ketuban cukup, posisi plasenta bagus, berat bayi 3100gram, ukuran lingkar otak 5cm, dan usia kandungan sudah 36-37 minggu. Dokter bilang, dari hasil tersebut sudah cukup umur jika memang harus lahir.
Saya juga bertanya apakah wajar kalau saya sudah merasakan nyeri di bagian perut bawah. Dokter bilang kalau rasa nyeri itu merupakan kontraksi palsu. Saya sudah merasakan nyerinya sejak usia kandungan 36 minggu.
Dokter memberi tahu saya jika nanti terjadi pecah ketuban terlebih dahulu, selama perjalan ke rumah sakit, saya harus tiduran, tidak boleh duduk ataupun berdiri, untuk menghambat air ketuban yang keluar.
Sabtu, 18 Februari 2012
Hari sabtu merupakan jadwal senam hamil. Sebelum senam hamil saya mengikuti kursus prenatal terlebih dahulu. Setelah selesai saya mengikuti senam hamil. Pada saat senam hamil, bumil yang usia kandungannya sudah menginjak dia atas 37 minggu diajarkan cara mengejan. Karena saya belum di atas 37 minggu, saya hanya memerhatikannya saja.
Jam 22.49
Saya lagi tidur, perut bawah terasa nyeri. Saya merubah posisi tidur jadi miring ke kiri. Saya merasakan sesuatu yang agak berbeda. Mungkin feeling untuk melahirkan sudah terasa.  Saya mulai menghitung berapa lama rasa nyeri ini. Sekita 5 menit lebih nyerinya belum hilang. Lalu saya merubah posisi menjadi terlentang, tiba-tiba ada rasa “pluk” dari vagina saya. Saya merasa itu adalah air ketuban yang pecah. Saya langsung panik dan memberi tahu suami. Tidak berapa lama, langsung rembes air dari vagina. Satu kali, dua kali, dan tiga kali. Akhirnya saya benar-benar yakin kalau ini pecah ketuban.
Akhirnya saya dibawa ke rumah sakit. Kenapa ya, apa yang dokter bilang kejadian? Hehe.
Jam 23.30
Setelah sampai di rumah sakit, saya langsung masuk ruangan. Lalu diperiksa oleh bidan apa benar air tersebut merupakan air ketuban, dan ternyata memang benar air ketuban.
Kebetulan sekali dokter Budi Susetyo, dokter obgyn saya baru saja selalu melakukan tindakan SC. Jadi, saya langsung ditangani olehnya, Setelah melakukan pemerikasaan, dokter menyarankan saya untuk melakukan operasi SC karena air ketuban sudah rembes dan baru pembukaan 1.
Minggu, 19 Februari 2012
Jam 02.00
Setelah melakukan perundingan dengan suami dan keluarga, akhirnya kami memutuskan untuk melakukan tindakan SC. Saya hanya berpikir melakukan yang terbaik untuk anak saya.
Jam 02.00 saya mulai masuk ruang operasi. Rasanya campur aduk. Sakit, sedih, takut, tapi juga senang karna saya akan resmi menjadi seorang ibu.
Jam 02.27
Akhirnyaaa saya resmi menjadi ibu. Anak laki-laki dengan berat 3140 gram dan panjang 48cm telah lahir melalui proses SC. Alhamdulillah.. Bahagia rasanya…
Pertama kali mendengar suara tangisnya membuat saya menangis. Apalagi saat dilakukan proses IMD. Pertama kalinya saya menatap wajah malaikat kecil yang selama 9 bulan telah saya kandung, yang selalu menemani saya, yang sering menendang perut saya.  Menatap wajahnya membuat hati saya meleleh.. 
Selanjutnya, saya dipindahkan ke ruang pemulihan. Saya berada disana selama 6 jam dan baru kemudian dipindahkan ke ruang perawatan.
Ketika bius mulai meghilang, rasa sakit mulai terasa. Perut rasanya sakiiiit sekali. Setelah 12 jam dari proses persalinan, saya harus belajar duduk. Perjuangan sekali rasanya untuk duduk saja. Tapi setelah saya duduk dan menggendong Kenzie, rasa sakit itu hilang. Subhanallah sekali..

Rabu, 22 Februari 2012
Setelah dirawat selama 4 hari, akhirnya saya diperbolehkan pulang. Begitulah pengalaman persalinan saya..
Saya akan bercerita lagi tentang pengalaman lainnya.
Terima kasih untuk suami, keluarga, dan Dr. Budi Susetyo, S.Pog yang telah berperan dan membantu dalam proses persalinan ini.
Oh iya, rasanya jadi seorang ibu itu luar biasa sekali. Terima kasih Allah telah memberikan rezeki yang luar biasa.. πŸ™‚

Continue Reading

Uncategorized

Perkembangan Janin 37 minggu

By on February 17, 2012
Source: http://babysehat.files.wordpress.com/2011/09/bayi-kandungan.gif
Sudah lama gak berbagi cerita tentang perkembangan si kecil di dalam rahim.. Mumpung sekarang lagi sempet, saya mau berbagi cerita tentang perkembangan di usia 37 minggu ini..
Hari ini (17 Februari 2012) saya periksa si kecil. Usianya sudah masuk ke 37 minggu, yang artinya waktu persalinan semakin dekat. Rasanya exited sekali, tapi degdegan juga. Hehehe
Berikut hasil periksa tadi:
  1. usia kehamilan sudah masuk 37 minggu
  2. Posisi kepala bayi sudah di bawah dan sudah masuk jalan lahir
  3. Posisi plasenta bagus
  4. Jumlah air ketuban cukup
  5. Berat badan janin 3100 gram
  6. ukuran lingkar otak 5cm

Dari hasil tersebut, dokter bilang kalau si kecil sudah siap untuk lahir. Wah, begitu dokter bilang sudah siap untuk lahir, rasanya senang tapi langsung degdegan. Gak terasa waktu persalinan ternyata sudah sangat dekat. 

Di usia 37 minggu ini saya disarankan oleh dokter untuk melakukan jalan pagi setiap hari dan mengulang gerakan senam hamil di rumah selama 30 menit. Kegiatan ini membantu untuk kelancaran persalinan dan memudahkan untuk persalinan normal.
Selain itu, tadi dokter memeriksa panggul. Dari pemeriksaan tersebut dokter menyimpulkan bahwa kepala bayi sudah berada di jalan lahir dan saya bisa melahirkan secara normal. Alhamdulillah. Semoga saya benar-benar bisa melahirkan secara normal, karena saya ga ingin melahirkan secara caesar.
Kontraksi sudah mulai dirasakan sejak usia kandungan menginjak 35 minggu. Namun, ini merupakan kontraksi palsu. Kontraksi yang saya rasakan tidar rutin, hanya terjadi beberapa kali dalam sehari dan lamanya tidak jelas. Rasanya seperti nyeri perut bawah saat haid.
Kontraksi yang sesungguhnya itu bisa kita ketahui dari waktu terjadinya rasa kencang di perut dan rasa mulas. Jika kontraksi tersebut dirasakan makin sering, dari 1 jam sekali, 10 menit sekali, bahkan 5 menit sekali, dokter mengatakan bahwa saya harus segera datang ke rumah sakit. Jangan sampai mengalami pecah ketuban. Jika mengalami hal tersebut, bumil tidak diperbolehkan duduk atau berdiri. Bumil harus selalu tiduran selama perjalanan ke rumah sakit.
Di usia 37 minggu, suami juga harus mulai siaga karena persalinan bisa terjadi kapan saja. Jangan lupa untuk menyiapkan perlengkapan ibu dan bayi yang harus dibawa ke rumah sakit. Siapkan juga surat-surat, hasil usg, hasil lab, dll yang berhubungan selama kehamilan.
Semoga semuanya dilancarkan dan dimudahkan. Si kecil bisa lahir normal, sehat, dan sempurna. Amin..

Continue Reading

Uncategorized

Kaki Bengkak Saat Hamil

By on December 13, 2011
Source: pregnancyihub.com


Duh.. kaki mulai terasa bengkak dan cepat pegal nih. Dari saat bangun tidur, kaki terasa pegal. Apalagi kalau terlalu banyak berdiri. Selain itu, berat badan bayi dalam perut juga semakin besar, sehingga bunda harus menanggung berat badan bayi. Gak perlu khawatir bunda, ini adalah salah satu keluhan ibu hamil. Bunda gak sendirian kok.

Bengkak pada bagian kaki ibu hamil ini disebut juga dengan edema atau oedema Apa sih penyebab kaki bengkak itu? Berikut penjelasannya yang dikutip dari: http://www.ayahbunda.co.id

Kenapa ibu hamil kakinya bisa bengkak? Perubahan metabolisme tubuh, utamanya pada keseimbangan volumen cairan tubuh. Ketika sedang tidak hamil, volume air yang masuk ke dalam tubuh, kurang lebih sama banyaknya dengan volume yang dikeluarkan. Apabila volume air berlebihan, tubuh otomatis akan mengelurkan dalam bentuk keringat, saat buang air besar dan terutama saat buang air kecil. 



Cara tersebut membuat keseimbangan cairan di dalam tubuh kita akan selalu terjaga. Akan tetapi pada keadaan tertentu, misalnya fungsi ginjal terganggu akibat adanya infeksi, cairan yang berlebih tidak selalu dapat dikeluarkan dengan lancar. Jika ini terjadi, cairan yang berlebihan akan tertimbun dan tersimpan di jaringan-jaringan tubuh. Penimbunan cairan itulah yang nampak sebagai pembengkakan pada jaringan yang mengakumulasi kelebihan air. Itu yang disebut edema atau oedema.




Sesuai sifat air yang rajin mengalir ke tempat yang letaknya lebih rendah, maka jaringan yang menjadi tujuannya adalah bagian-bagian tubuh yang letaknya dibawah. Itulah mengapa tangan dan utamanya kaki paling kerap bengkak pada pagi hari. Sebab saat tidur, proses metabolisma pada sel-sel tubuh akan menghasilkan sejumlah cairan sebagai salah satu hasil β€œbuangan”. Cairan buangan itulah yang akan terkumpul sepanjang malam. Pada pagi harinya, jumlahnya akan cukup berlimpah dan mengakibatkan pembengkakan pada ibu hamil. 

Jika bengkak di kaki berarti edema yang bunda alami termasuk ke dalam edema ringan. Namun, apabila bengkak terjadi di seluruh tubuh sampai alat kelamin pun ikut membengkak, bunda harus segera memeriksakan ke dokter.

Biasanya, saya menghilangkan rasa pegal dan bengkak pada kaki dengan merendam kaki di air hangat yang dicampur dengan garam. Kaki akan terasa hangat dan rileks. Lakukan juga sebelum tidur. Jika rasa pegal dan bengkak terjadi karena Anda terlalu banyak beraktivitas, segerelah untuk beristirahat sebentar. Duduk dan luruskan kaki agar kaki menjadi rileks.

Jangan terlalu kecapean yah bunda, karena badan kita harus menanggung berat badan si bayi πŸ™‚

Continue Reading

Uncategorized

Perkembangan Janin 22 Minggu – 24 Minggu

By on November 29, 2011

Assalamualaikum….
Aduuuh kangennya nge-blog. Baru sempet posting lagi nih. Karena ada kesibukan, jadi baru sekarang deh posting-nya. Nah, kali ini saya mau cerita tentang perkembangan Dedek. Sekarang Dedek udah 24 minggu. Artinya tinggal 16 minggu lagi menuju kelahiran. Bismillah.
Waktu tanggal 12 November 2011 kemarin, Dedek kontrol ke dokter, trus liat hasil USG nya. Subhanallah.. muka Dedek terlihat jelas. Lucuuuuu :*

Usia 22 minggu


Pada gambar di sebelah kanan bawah, itu muka Dedek. Keliatan mata, hidung, dan mulutnya. Dedek mirip siapa yaaa? Subhanallah banget ciptaan Allah ini. Kata dokter, semua organ dalam sudah terbentuk dengan sempurna. Detak jantung berada pada batas normal. Posisi Dedek juga sudah bagus, kepala berada di bawah. “Dek, jangan rubah lagi yah posisinya.” Posisi plasenta berada pada tempat yang tepat. Berat Dedek sudah mencapai 489 gram. Dan bundanya udah naik 7kg dari mulai hamil sampai sekarang. Hihihi.

Berikut perkembangan janin di usia 22 – 24 minggu yang dikutip dari http://bidanku.com

Perkembangan Janin Minggu ke-22

Janin mulai sadar akan lingkungannya dan janin akan merasa tenang ketika mendengarkan suara dan sentuhan anda di perut. Tubuh Janin mulai memproses sel darah putih. ini penting untuk Janin dalam melawan penyakit dan infeksi.
Di usia ini pula kelopak mata mulai menjalankan fungsinya untuk melindungi mata dengan gerakan menutup dan membuka. Jantung janin yang terbentuk di minggu ke-5 pun mengalami β€œmodifikasi” sedemikian rupa dan mulai menjalankan fungsinya memompa darah sebagai persiapannya kelak saat lahir ke dunia. 

Perkembangan Janin Minggu ke-23

Panjangnya sekitar 23 cm. Sekarang ukuran kepalanya sudah sesuai dengan tubuhnya. Saat ini janin terlihat sama seperti akan lahir, tapi lebih kecil dan kurus. Anda dapat mendengarkan detak jantung bayi anda dengan stetoskop.(letakkan stetoskop langsung di perut).pertumbuhan otak saat ini sangat cepat.
Kulitnya masih tampak keriput karena kandungan lemak di bawah kulitnya tak sebanyak saat ia dilahirkan kelak. Namun wajah dan tubuhnya secara keseluruhan amat mirip dengan penampilannya sewaktu dilahirkan nanti. Hanya saja rambut lanugo yang menutup sekujur tubuhnya kadang berwarna lebih gelap di usia kehamilan ini. 

Perkembangan Janin Minggu ke-24

Pendengaran Janin sudah terbentuk sempurna. Janin akan bergerak dengan suara musik dari luar. Begitu juga ia akan menunjukkan respon khas saat mendengar suara-suara bising atau teriakan yang tak disukainya. Janin membentuk pola kapan saat tidur dan saat bangun. Anda aka merasakan saat janin bergerak terus, dan saat terdiam. Kelopak-kelopak matanya kian sempurna dilengkapi bulu mata

Kalau baca perkembangan Dedek tiap minggunya, jadi makin gak sabar pengen cepet-cepet lahiran. Tapi kalau ngebayangin lahirannya langsung takut. Hal yang wajar kita merasa takut akan kelahiran anak kita, asal jangan berlebihan. Kata orang-orang, rasa sakitnya akan hilang begitu kita melihat wajah mungil buah hati kita.

Sekarang ini Dedek sering banget gerak-gerak di dalem perut. Kalau bundanya udah terlalu lama berdiri, dia pasti bakal nendang bundanya. Ngingetin bundanya untuk istirahat. Pinternyaaa.

Nikmatilah masa-masa kehamilan bunda. Luar biasa sekali rasanya bisa merasakan yang namanya hamil. Tunjukkan kasih sayang kita kepada anak kita sejak dia masih dalam perut.

Continue Reading

Uncategorized

Baby’s Name

By on November 8, 2011
Photo from: pitterpatterbabygifts.blogspot.com

Apa ya nama yang bagus buat Dedek? Ternyata ga mudah untuk memberi nama kepada anak. Nama itu ga boleh asal, harus memiliki arti yang nanti arti itu insya Allah menjadi doa untuk si anak.

Bingung merangkaikan beberapa nama menjadi satu nama yang lengkap. Saya ingin memberi nama ke Dedek nama yang ga pasaran, belum banyak orang yang pakai. Ada bahasa Arab nya dengan arti yang bagus untuk menjadi doa. Dan yang pasti ada nama keluarga.

Untungnya banyak website yang membantu saya untuk memilih-milih nama yang bagus, berasal dari beberapa bahasa, dan artinya juga bagus.
Berikut beberapa website yang bisa membantu bunda-bunda yang lagi bingung menyiapkan nama untuk buah hatinya:

  1. http://www.melindahospital.com/modul/user/baby_name.php
  2. http://www.nama.web.id/
Dua website ini cukup membantu bagi saya. Biasanya saya mencatat beberapa nama yang bagus dan enak untuk diucapkan. Saya kumpulkan terlebih dahulu, lalu saya gabungkan dengan beberapa nama lainnya. Sebaiknya bunda sudah menyiapkan nama untuk buah hati dari jauh-jauh hari agar bisa lebih lama memikirkan mana nama yang sangat tepat untuk buah hati kita.
Berhati-hatilah dalam memilih sebuah nama. Kita harus benar-benar tahu arti dari nama tersebut. 
Selamat mencari nama untuk sang buah hati πŸ™‚

Continue Reading

Uncategorized

Perkembangan Si Kecil di Rahim

By on November 3, 2011

Subhanallah banget rasanya bisa dikasih rezeki luar biasa dari Allah.. Insya Allah bisa jadi wanita seutuhnya sebentar lagi.. Menurut saya, inilah kodrat seorang wanita: menikah, hamil, melahirkan, dan mengurus keluarga..

Alhamdulillah minggu ini Dedek udah masuk usia 20 minggu.. Seneeeeeng banget rasanya bisa ngerasain gerakannya… *peluk* Kadang gerakannya terasa pelan tp bisa tiba2 kenceng.. Gak apa-apa ya ‘Dek, mami nya ditendang.. Kan berarti Dedek aktif. Tapi kenapa kalo papi nya pegang perut, Dedek langsung diem ya.. hihihi…


Selalu gak sabar nunggu jadwal kontrol selanjutnya.. Pengen liat Dedek di layar USG.. Selalu terharu liat perkembangannya.. Pengennya sih tiap USG selalu dicetak hasilnya tapiiiii ternyata harganya lumayan mahal.. hihihi.. Mending biayanya ditabung yah Dek buat nanti.. Sesekali aja di print-nya πŸ˜€

Terharu.. itu yang selalu saya rasakan tiap lihat Dedek di layar USG.. Dari mulai Dedek baru 5 minggu dan berbentuk segaris aja udah seneng bangeeet.. Detak jantung juga udah kedengeran..

Usia 5 minggu

Kontrol yang selanjutnya, Dedek udah 9 minggu usianya. Saya dan suami bener2 terkejut waktu liat layar USG. Ternyata tangan, kaki, kepala Dedek udah terbentuk tapi masih sangat kecil. Tali pusar juga sudah terlihat. Bahagia sekali rasanya.. Gambarnya kurang jelas ya.. hehe..

Usia 9 minggu

Di usia 13 minggu, Dedek sudah semakin membesar.. Kepala, tangan, dan kaki sudah semakin besar.. Ukuran panjang dan berat Dedek sesuai dengan usianya.. Alhamdulillah Dedek sehat.. Dedeknya yang disebelah kanan yaa.. Plasentanya masih lebih besar dari Dedek..

Usia 13 minggu

Tanggal 15 Oktober 2011 kemarin, kontrol Dedek lagi.. Ternyata dede udah 18 minggu.. Subhanallah, Dedek sudah semakin besar.. Tangan dan kakinya sudah terbentuk sempurna.. Dedek menggerak-gerakan tangan dan kaki nya.. Terharu -untuk kesekian kalinya- .. Ya Allah, subhanallah sekali.. Luar biasanya Dirimu.. Ada bayi yang sudah bernyawa di dalam perut ini.. Di usia 18 minggu ini gak ada gambar USG nya karena hasil fotonya kurang bagus.. πŸ˜€

Saya bertanya sama dokter, “Dok, saya kok belum merasakan gerakannya ya?” Dokter jawab, “Sabar bu, minggu depan baru akan terasa.” Dan ternyata benar, seminggu kemudian, gerakan Dedek mulai terasa.. Menitikkan air mata, itulah respon saya yang pertama..

Sambil nulis cerita ini, Dedek nendang loh.. Rasanya bahagia sekali bisa merasakan gerakannya.. Saya akan merasa sedikit khawatir kalo Dedek terlalu lama diam.. Saya sering ngajak Dedek ngobrol. Saya tanya Dedek lagi apa, saya bilang “mami sayang dede”, kadang suka curhat juga.. hehehe.. 
Saya akan selalu menikmati masa-masa kehamilan ini.. Rasanya memang berat di trimester awal, dan mulai membaik ketika masuk ke trimester kedua.. Tapi saya merasa beruntung bisa merasakan hal ini.. Inilah nikmat dan rezeki yang Allah kasih ke saya.. Untuk itu, saya harus bisa menikmati, mensyukuri, dan menjaganya dengan baik.. Insya Allah..
Sekian dulu cerita perkembangan Dedek sampai usia 20 minggu.. Nanti saya akan cerita lagi perkembangannya setelah kontrol tanggal 12 November 2011.. 
Can’t wait to see you, baby.. :*

Continue Reading