Uncategorized

Resep keluarga: Ifumie

By on April 30, 2012
Beberapa hari yang lalu nonton acara Fun Cooking. Chef Harada bikin ifumie. Jadi ngiler liatnya. Akhirnya hari Minggu kemarin mumpung Papi libur jadi bikin deh. Ini resepnya yang udah sedikit dimodifikasi.
Ifumie
Bahan:
  1. Mie telur
  2. Bang bombay, cincang
  3. Sawi hijau, potong-potong
  4. Wortel, potong serong
  5. Jamur kuping
  6. Baso, potong-potong
  7. 2 butir telur, kocok
  8. 2 sendok makan air sagu
  9. 200cc air
  10. 1 bungkus kaldu sapi
  11. lada putih
  12. 1 sendok kecap ikan
Cara Membuat:
  1. Rebus mie sampai setengah matang, lalu tiriskan. Kemudian goreng mie sampai garing, sisihkan
  2. Tumis bawang bombay cincang. Lalu masukkan wortel dan bakso, masak sebentar
  3. Masukkan sawi hijau, jamur kuping, air, kaldu sapi, lada putih, kecap ikan, dan air sagu, masak sampai mendidih
  4. Setelah mendidikan masukan kocokan telur, masak sebentar lalu matikan kompor
  5. Taruh mie dipiring dan siram dengan sayuran tersebut
  6. Ifumie siap disantap
Hasilnyaaa enaaaak banget.. Selamat mencoba…

Continue Reading

Uncategorized

Imunisasi

By on April 27, 2012
Kemarin jadwal Kenzie untuk imunisasi. Usia Kenzie sudah 2 bulan 1 minggu, jadi Kenzie harus diimunisasi DPT I dan Polio. Begitu sampai di dokter, si dokter nanya “Mau diimunisasi Hib juga?” “Bukannya itu imunisasi yang dianjurkan yah dok? Jadi ga diwajibkan.” Dokternya bilang kalau sekarang imunisasi tersebut sudah diwajibkan sejak tahun 2011. Di buku catatan Kenzie saya lihat pemberian vaksin Hib termasuk imunisasi yang dianjurkan. Dokter bilang itu merupakan jadwal imunisasi yang sudah lama dan belum di perbarui lagi. 
Apakah penting vaksin Hib itu? Kata dokter, semua vaksin yang dianjurkan sebenarnya sama pentingnya dengan vaksin-vaksin yang diwajibkan. Kalau begitu, mengapa ada jenis imunisasi wajib dan imunisasi yang dianjurkan? Menurut penjelasan dokter, pemerintah hanya menyediakan 5 vaksin yang diberikan secara gratis (di posyandu), yaitu, BCG, Hepatitis B, Polio, DPT, dan Campak. Sedangkan, untuk vaksin Hib, PCV, Rotavirus, Influenza, Varisela, MMR, Tifoid, Hepatitis A, dan HPV, orang tua harus mengeluarkan dana sendiri. Sehingga disebut imunisasi yang dianjurkan Biaya untuk vaksin-vaksin tersebut memang agak mahal karena masih di import. Namun, pada kenyataannya banyak orang tua yang tidak melakukan imunisasi yang dianjurkan karena dianggap sudah melakukan imunisasi wajib serta biaya imunisasi yang dianjurkan tersebut cukup mahal. Kalau saya tidak dijelaskan seperti itu, saya juga tidak akan melakukan imunisasi yang dianjurkan. Akhirnya Kenzie diimunisasi DPT+Hib dan Polio. Pemberian vaksin Hib bisa dibarengi dengan pemberian vaksin DPT. Biaya yang dikeluarkan memang cukup mahal, karena selain imunisasi Hib, saya memilih imunisasi DPT yang tanpa panas. Total seluruh biayanya Rp 447.000. Beda biaya vaksin DPT yang panas dan tanpa panas sampai 10 kali lipatnya loh.
Saya tampilkan jadwal imunisasi tahun 2008 dan jadwal imunisasi tahun 2011-2012 berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Jadwal Imunisasi Tahun 2008
Jadwal Imunisasi Tahun 2011-2012
Jadi dari kedua gambar tersebut tampak jelas bahwa tidak ada lagi imunisasi wajib dan imunisasi yang dianjurkan sejak tahun 2011. Semuanya wajib untuk dilakukan. 
Saya sebenarnya masih belum paham manfaat dari masing-masing vaksin tersebut. Nah, saya akan menjelaskan tentang manfaat dari masing-masing vaksin.
  1. BCG, berguna untuk mencegah penyakit TBC. Vaksin ini diberikan di usia 2-3 bulan. BCG disuntikan di lengan kanan atas yang nantinya akan menimbulkan bekas. Ada yang bilang (DSA Kenzie) jika tidak tampak bekasnya, maka harus suntik ulang. Namun, ada juga yang bilang tidak perlu diulang.
  2. Hepatitis B,berguna untuk mencegah penyakit Hepatitis B yang menyebabkan peradangan hati akut yang nanti bisa berlanjut menjadi kanker hati. Vaksin ini diberikan dalam waktu 12 jam setelah bayi lahir, kemudian dilanjutkan pada usia 1bulan, dan antara 3-6 bulan.
  3. Polio, diberikan untuk mencegah penyakit polio yang menyebabkan salah satu kaki lumpuh setelah terkena demam. Pemberian vaksin polio berbarengan dengan DPT dan diberikan sebanyak 6 kali.
  4. DPT, diberikan untuk mencegah penyakit Diphteria (penyakit akibat terjangkit bakteri), Pertusisi (batuk rejan), dan Tetanus. Vaksin ini diberikan sebanyak 5 kali dan digabungkan dengan vaksin Hib.
  5. Campak, diberikan untuk mencegah penyakit campak. Vaksin ini diberikan sebanyak 2 kali, yaitu pada usia 9 bulan dan 6 tahun.
  6. Hib, berguna untuk mencegah penyakit yang disebabkan kuman haemophilus influenza type B yang mengakibatkan komplikasi radang selaput otak. Hib diberikan sebanyak 4 kali berbarengan dengan DPT atau terpisah
  7. PCV, diberikan untuk mencegah penyakit Invasive Pneumococcal Disease (IPD) yang menyebabkan komplikasi radang selaput otak. Pada bayi diberikan sebanyak 4 kali, namun jika bari diberikan di usia di atas 2 tahun cukup diberikan sekali
  8. Rotavirus, diberikan untuk mencegah diare. Rotavirus diberikan sebanyak 3 kali pada usia, 2, 4, dan 6 bulan
  9. Influenza, berfungsi untuk mencegah penyakit yang disebabkan virus influenza. Vaksin ini diberikan pada usia 6 bulan dan diulang setiap tahun
  10. Varisela, berfungsi untuk mencegah penyakit cacar air yang diberikan pada usia di atas 12 bulan dan hanya sekali saja
  11. MMR, berguna mencegah penyakit campak, gondongan, dan campak jerman. Vaksin ini diberikan pada usia 15 bulan, dan diulang pada usia 5-6 tahun
  12. Tifoid, berguna untuk mencegah penyakit typhus. Vaksin diberikan pada usia 2 tahun dan diulang tiap 3 tahun sekali
  13. Hepatitis A, diberikan untuk mencegah penyakit Hepatitis A yang diberikan sebanyak 2 kali, mulai usia 2 tahun dan di ulang dengan jarak 6 bulan-1 tahun
  14. HPV, diberikan kepada anak perempuan sebanyak 3 kali untuk mencegah kanker serviks pada usia di atas 10 tahun
Dari penjabaran di atas memang pemberian vaksin-vaksin tersebut sangat bermanfaat karena dapat mencegah berbagai macam penyakit. Nah, yang jadi masalah tidak semua orang mampu untuk mengeluarkan biaya yang cukup mahal untuk vaksin-vaksin yang tadinya dianjurkan. Saya saja merasa sedikit berat mengeluarkan biaya tersebut. Tapi untuk anak akan saya lakukan yang terbaik. Semoga saja pemerintah sanggup membiayai vaksin-vaksin tersebut sehingga anak-anak Indonesia bisa mendapatkannya, kalaupun tidak gratis setidaknya harganya lebih murah.

Buat Kenzie, sehat selalu yah ‘Nak 🙂

Continue Reading

Uncategorized

Saat Memandang Wajahmu ‘Nak

By on April 25, 2012
Gak pernah bosan memandangi wajahnya Kenzie. Dan gak akan pernah bosan sampai kapanpun. Wajahnya yang ganteng, imut, dan polos bikin hati ‘nyes’ kalo ngeliatnya. Kamu lucu banget sih Kenzie. Pengen nyium terus jadinya.
How cute are you..

Saat memandang wajah Kenzie inilah yang saya pikirkan:

“Ini toh yang tadinya ada di dalam perut saya.”
“Dia yang suka nendang-nendang perut saya.”
“Dia yang selama 9 bulan saya kandung.”
“Dia adalah manusia yang Allah titipkan pada saya. Manusia yang awalnya berasal dari 1 sel sperma yang berhasil bertemu dengan sel telur, yang kemudian menjadi segumpal darah, segumpal daging, dan akhirnya berbentuk manusia yang sempurna”
Kadang saya sampai meneteskan air mata kalau lagi memandang wajahnya. Subhanallah banget kekuasaan Allah yang telah menciptakan seorang manusia dalam rahim seorang ibu.
Lucunya kamu ‘nak..
Betapa beruntungnya saya telah dipercaya oleh Allah mendapatkan kesempatan untuk hamil dan punya anak. Betapa luar biasanya saya bisa merasakan nikmatnya menjalani kehamilan dan proses persalinan.
Dari Kenzie saya banyak belajar. Belajar untuk lebih menyayangi orang tua saya yang telah merawat saya, karena ternyata merawat anak tidaklah mudah. Belajar untuk sabar dalam menghadapi segala hal. Belajar untuk tidak egois lagi, tidak lagi hanya memikirkan diri sendiri tetapi ada Kenzie yang harus saya jadikan prioritas. Dan tentunya selalu belajar untuk menjadi orang tua yang baik bagi Kenzie.
Semoga saya bisa menjalankan amanah dari Allah untuk menjaga dan merawat Kenzie dengan baik. Semoga saya bisa menjadi orang tua yang baik bagi Kenzie.
Kenzie.. You are my everything 🙂

Continue Reading

Uncategorized

Resep Keluarga: Pindang Ayam

By on April 24, 2012
Gara-gara liat postingan foto pindang ayamnya Nanda jadi kepengen ikutan bikin pindang ayam juga. Akhirnya nanya ke Nanda apa resepnya. Langsung deh bikin buat menu makan hari ini. Ternyata gampang banget bikinnya. Rasanya manis, asin, asem, dan pedes. Papi Nandrito ajah bilang enak. Seneng deh kalo masakan dibilang enak sama suami 😀 Mau coba bikin juga? Ini dia resepnya. 😉
Pindang Ayam

Bahan:

  1. 1 kg ayam, lumuri dengan air jeruk dan garam, diamkan 15 menit, lalu goreng
  2. 6 siung bawang merah, iris
  3. 3 siung bawang putih, iris
  4. 1 ruas jahe, iris
  5. 1 ruas lengkuas, iris
  6. 1 ruas kunyit, bakar, iris
  7. 2 lembar daun salam
  8. 1 batang serai, geprek
  9. cabai merah, iris
  10. cabai rawit utuh
  11. tomat, iris
  12. Kecap manis
  13. Air asam jawa
  14. 1 sdt garam
  15. 1/2 sdt penyedap rasa
  16. 1 sdm gula pasir
  17. Daun kemangi

Cara Memasak:

  1. Tumis bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, kunyit, daun salam, serai, dan cabai merah
  2. Setelah harum masukkan ayam, kecap, air asam jawa, dan air
  3. Tambahkan garam, penyedap rasa, gula pasir, masak sampai mendidih.
  4. Kemudian masukkan cabai rawit utuh, tomat, dan daun kemangi, masak sebentar, lalu matikan kompor
  5. Pindang ayam siap disantap
Selamat mencoba 🙂

Continue Reading

Uncategorized

Gaya Kenzie Waktu Lagi Bobo

By on April 23, 2012

Kenzie makin hari makin lucu aja. Lagi bobo aja suka bikin ketawa mami papinya. Kenzie banyak gaya. Nih beberapa gaya Kenzie waktu lagi bobo. 😀

Kalau lagi bobo suka tiba-tiba senyum

Baru umur 40 hari, bobonya udah miring

Ngakak liat gayanya yang satu ini :))

Tangannya itu loh 😀

Ini dia nih posisi favorit: kaki ngelebar, tangan yang satu ke atas

Continue Reading

Uncategorized

Pregnancy Photography

By on April 22, 2012
Kehamilan merupakan momen yang luar biasa bagi saya. Oleh karena itu, saat sedang hamil usia 5 bulan, saya dan suami mengabadikannya dengan foto di studio. Selama hamil saya senang berfoto. Foto ini tentunya menjadi kenangan bagi saya. Dan Kenzie bisa melihat maminya waktu sedang mengandung dia. 🙂

Continue Reading

Uncategorized

Saya (Ingin dan Harus) Memberikan ASI Eksklusif untuk Kenzie

By on April 20, 2012
Kenapa saya memberikan tanda kurung pada kalimat Ingin dan Harus?
Ingin: karena saya sempat memberikan sufor kepada Kenzie, jadi saya mempunya keinginan untuk memberhentikan sufor dan memberikan ASI secara eksklusif
Harus: Saya harus memberikan ASI secara eksklusif karena itu cita-cita saya. Harus bisa memberikan ASI sampai usia 2 tahun. ASI is the best!
Ya, saya baru memberikan ASI secara eksklusif tanpa dicampur sufor baru seminggu ini. Padahal usia Kenzie sudah 2 bulan.
ASI saya baru keluar 2 hari setelah melahirkan. Pada saat itu Kenzie lebih banyak tidurnya. Jadi, dia jarang menyusu. Saya ga tahu kalau ternyata Kenzie jarang menyusu dan lebih banyak tidur itu tanda-tanda ia mengalami Jaundice. Saat ASI mulai keluar banyak Kenzie harus dirawat di ruang Perinatologi, jadi saya hanya bisa menyusui secara langsung pada jam besuk saja. Saya memompa ASI untuk diberikan pada Kenzie. ASI saya banyak, payudara sampai bengkak. Hasil pompa pertama kali mencapai 60ml. Menurut teman saya, hasil pompa sampai 50ml itu sangat banyak. ASI yang dipompa berwarna kuning. Itulah kolostrum. Alhamdulillah Kenzie mendapatkan kolostrum. Kolostrum sangat bagus untuk bayi karena mengandung immunoglobulin IgA yang melapisi saluran pencernaan. 

Hasil Pompa Pertama 60ml


Setelah pulang ke rumah, Kenzie masih malas menyusu. Kenzie lebih sering tertidur. Lagi-lagi saya tidak menyadari inilah tanda bayi terkena Jaundice. ASI saya banyak, payudara membengkak. Saya pompa lagi untuk mengurangi bengkak. Dari 1 payudara saya bisa menghasilkan 110ml. Baju dan bra sering basah karena ASI merembes. Saya malas memompa -hal yang sangat saya sesalkan sampai sekarang-.
Saat Kenzie berusia 7 hari, Kenzie kontrol untuk pertama kalinya. Dokter menyarankan untuk tes bilirubin lagi karena badan Kenzie terlihat kuning. Maklum saya dan suami merupakan orang tua baru dan keluarga kami tidak ada yang mengerti tentang jaundice ini. Ternyata bilirubinnya cukup tinggi. Akhirnya Kenzie harus dirawat lagi selama 4 hari. Dokter menyarankan agar Kenzie dibantu dengan sufor agar bilirubinnya cepat turun. Karena panik dan belum paham tentang Jaundice maka saya setuju saja.
Hari pertama Kenzie dirawat ASI saya masih banyak sampai rembes. Tapi karena saya stress, lama kelamaan ASI mulai seret. Lagi-lagi saya malas memompa ASI. Padahal harusnya saya rajin memompa untuk menjaga produksi ASI. ASI itu produksinya based on demand.
Saya keterusan memberikan sufor. Ditambah lagi saat usianya 1 bulan Kenzie harus dirawat lg di perinatologi karena bilirubin tinggi lagi. Kenzie stop minum ASI selama 3hari. Alhamdulillah Kenzie sudah tidak kuning lagi. Sebenarnya, kalaupun bayi mengalami breastmilk jaundice, tidak perlu stop memberikan ASI. Karena saya ga tega lihat mata Kenzie yang masih kuning dan takut bilirubinnya tinggi lagi, saya terpaksa memberikan sufor dan stop ASI selama 3 hari. 
ASI saya makin seret. Akhirnya saya tetap mencampur ASI dengan sufor. Saya merasa Kenzie belum kenyang kalau hanya minum ASI. Ternyata hal tersebut salah. Harusnya saya rajin memberikan ASI ke Kenzie dan juga rajin memompa agar ASI tetap banyak. 
Lingkungan juga memengaruhi psikis saya yang membuat saya sedikit stress. Banyak yang menyarankan untuk memberikan sufor saja. Ada juga yang bilang ASI saya tidak bagus. Stress ternyata bikin ASI jadi seret. Tapi ada sebagian orang, teman-teman saya yang mendukung dan menyemangati saya untuk memberikan ASI untuk Kenzie. Tiap hari saya dikirimi pesan yang membangkitkan semangat saya. Suami saya, dialah yang sangat-sangat membantu dan menyemangati saya untuk memberikan ASI lagi untuk Kenzie. Papi membelikan breastpump, membelikan makanan apa saja yang saya minta, membantu mengurus Kenzie, menemani saya saat pumping, dan selalu menjaga emosi saya agar tetap stabil.
Beruntung sekali saya follow @ID_ayahASI . Saya sering bertanya bagaimana caranya agar ASI saya kembali deras. Tweet mereka memberikan efek positif pada saya. Follower mereka pun sering merespon saya dan menyemangati saya.
Intinya agar ASI deras itu simpel: hati senang, pikiran tenang, dan yakin kalau ASI kita deres. Itulah yang sekarang selalu saya lakukan agar ASI saya kembali banyak. Kenapa hanya dengan hal-hal tersebut ASI bisa menjadi banyak? Karena ASI diproduksi berdasarkan hormon oksitokin dan hormon prolatin. Hormon oksitosin dipengaruhi oleh pikiran dan perasaan. Jika hati kita senang dan pikiran kita tenang, makan hormon oksitoksin akan meningkat yang juga membuat produksi ASI menjadi meningkat. Sedangkan hormon prolatin akan meningkat jumlahnya jika payudara “kosong” tidak bengkak. Untuk lebih lengkapnya silahkan baca disini http://www.ayahasi.org/2012/04/gimana-asi-ngucur.html

Gak mudah bagi saya dalam usaha memperbanyak ASI. Kadang saya suka stress ketika pompa yang tadinya saya bisa dapat 100ml sekali pompa, lalu hanya dapat 20ml sekali pompa. Itupun menghabiskan waktu 1 jam. Stress ketika Kenzie menangis saat meyusu karena ASInya tidak keluar lagi. Tapi hasil pompa bukan merupakan patokan kalau ASI saya sedikit. Saat seperti itu saya sendiri yang harus bisa menenangkan diri, saya tidak boleh stress. Saya harus yakin ASI saya banyak, ASI saya cukup untuk Kenzie. Berusaha keras saya menanamkan pikiran itu dalam otak saya.

Sampai detik ini saya masih berusaha agar ASI saya kembali banyak. Agar Kenzie benar-benar lepas dari sufor. Biar Kenzie bisa gendut dengan sehat seperti bayi-bayi ASI lainnya. Saya rajin minum, sehari bisa lebih dari 2 liter. Saya rajin makan, terutama makanan yang katanya bisa membantu produksi ASI. Saya juga selalu berusaha menjaga hati dan pikiran saya agar tetap senang dan tenang. Saya selalu meyakinkan diri kalau ASI saya banyak, ASI saya cukup untuk Kenzie, dan ASI saya yang terbaik untuk Kenzie. Alhamdulillah sekarang produksi ASI saya sudah mulai banyak lagi. Kenzie sudah tidak minum sufor. Semoga ASI saya benar-benar banyak sampai Kenzie berusia 2 tahun. 
Terima kasih untuk suami saya yang selalu menyemangati dan membantu saya. Terima kasih untuk teman-teman yang selalu memberikan semangat agar saya yakin kalau ASI saya banyak. Terima kasih untuk mimin-mimin @ID_ayahASI dan @aimi_asi yang selalu menjawab pertanyaan saya, dari kalian saya banyak belajar.
Hal yang saya pelajari dari pengalaman ini adalah:
Memberikan ASI adalah perjuangan seorang ibu. Beruntung dan bersyukurlah mereka yang dikaruniai ASI yang berlimpah, sedangkan saya harus berjuang agar seperti mereka.
Saya akan terus berjuang agar ASI saya banyak. Semuanya demi Kenzie. Bukan maksud saya egois karena keukeuh ingin memberikan ASI, tapi saya tahu ASI adalah yang terbaik untuk bayi, terutama anak saya Kenzie. Tidak ada yang bisa menyaingi bagusnya kandungan ASI, sekalipun harga susu formula sampai ratusan ribu.
Doakan saya ya agar berhasil dalam perjuangan ini! 🙂

Continue Reading

Uncategorized

Ekspresi Kenzie

By on April 19, 2012
Tiap hari pasti aja ada foto Kenzie. Seneng banget foto-foto Kenzie. Ekspresinya macem-macem. Yang tadinya masang tampang sedih bisa langsung ketawa atau sebaliknya. Lagi tidur pun dia bisa bikin ekspresi yang lucu. Hehehe. Ini beberapa foto Kenzie. Selamat melihat-lihat 🙂

Smile 🙂

Tampang bengong tapi cute 

Lagi ketawa 😀

Triiiing 😀

Aku lagi tengkurep di dada papi

Cute!

Hihihi

Mangap kecil, monyong, mingkem, mangap besar 😀

Sepertinya Kenzie mimpi sedih yang berakhir bahagia 😀

Continue Reading

Uncategorized

Kenzie Pup-nya Gak Teratur

By on
Aduuuuh.. Kenzie udah 5 hari nih ga pup. Tapi sebelumnya Kenzie gak pup selama 8 hari. Sebelumnya lagi gak pup selama 4 hari. Siapa coba yang ga bingung kalo anaknya ga pup. Pasti orang tua baru yang belum ada pengalaman bakal panik kalo anaknya yang tadinya pup-nya tiap hari sekarang jadi ga teratur gini. Ya itulah yang saya alami, panik, takut, dan bingung harus bagaimana.
Untungnya, walopun pup-nya ga teratur Kenzie ga pernah rewel atau mengedan sambil kesakitan. Berarti Kenzie gak mengalami sembelit.

Setelah 4 hari gak pup dan pas banget sama jadwal imunisasi, saya pergi ke dokter. Saya kasih tahu ke dokter A. “Dok, Kenzie udah 4 hari belum pup. Gimana nih dok, harus digimanain? Kenzie miminya campur sufor dok.” “Sudah 4 hari yah. Kalo lebih dari 5 hari harus diwaspadai. Ibu colok aja lubang anusnya pakai ujung termometer yang dikasih baby oil.”

Sampai di rumah, lubang anus Kenzie dicolok pakai ujung termometer. Besoknya Kenzie langsung pup banyak. Setelah itu, sampai 8 hari Kenzie gak pup juga. Saya makin takut karena ini lebih lama dari sebelumnya. Akhirnya saya dan papi nya bawa Kenzie ke dokter lagi. Kami pergi ke DSA yang lain, yang lebih enak diajak diskusinya. Kata dokter B “Gak apa-apa kok bu. Kenzie kentut kan? Kenzie sehat kok.” “Jadi gak apa-apa nih dok Kenzie belum pup? Apa perlu dikasih microlax?” “Gak perlu. Biar aja.” Sesampainya di rumah, gak berapa lama Kenzie pup. Hahaha.. Masa setiap mau pup harus ke dokter dulu.
Masalah pup ini sering banget terjadi pada bayi. Pada bayi usia 6 bulan yang baru mencicipi MPASI sering mengalami pup yang teratur. Bagi bayi yang menyusu ASI secara eksklusif, hal ini tidak perlu ditakuti karena ASI terserap secara sempurna oleh tubuh bayi sehingga tidak ada ampas yang harus dibuang. Sedangkan pada bayi yang mengonsumsi sufor, hal ini perlu diwaspadai karena bisa saja bayi mengalami sembelit karena tidak cocok dengan sufornya. Bagi bayi yang baru mencoba MPASI terjadi karena mereka baru memakan sesuatu yang baru.
Untuk mengetahui tentang pup bayi silahkan baca di blog @ID_ayahASI : http://www.ayahasi.org/2011/12/ini-pup-kumana-pup-mu.html
Sekarang Kenzie saya berentiin sufornya. Saya memberikan sufor karena merasa ASI saya kurang. Tapi karena pup Kenzie jadi ga teratur, takut karena sufornya makanya saya berentiin. Kenzie sudah mimi ASI aja, jadi saya ga akan khawatir kalau Kenzie gak pup selama beberapa hari.

Continue Reading

Uncategorized

Selamat 2 Bulan Kenzie

By on
Selamat 2 bulan Kenzie ku sayaaaang… Alhamdulillah.. Hari ini usia Kenzie sudah 2 bulan.. Gak kerasa udah 2 bulan Kenzie ada dunia. Bahagia rasanya.. 🙂

Kenzie usia 2 bulan

Tadi pagi setelah bangun dari tidur, Kenzie ditaro di bouncer nya.. Terus saya dan papi nya ngajak ngobrol Kenzie. Kenzie langsung tersenyum dan tertawa yang mengeluarkan suara. Kami berdua terkejut, kami saling tatap-tatapan. Setelah itu kami ajak ngobrol. Kenzie merespon. Kenzie mulai ngoceh. Seru banget ngoceh. Wah kami senang banget lihat Kenzie ngoceh seperti itu.

Sampe seharian kalau Kenzie lagi ga minta mimi, dia ngoceh terus. Ditinggal sebentar ke dapur suaranya kedengeran. Lucu banget suaranya.

Begitu Kenzie lagi ngoceh, langsung deh direkam trus dikirim ke papi nya. Kata papi “Kenzie lucuuuuu”. Emang lucu banget denger suaranya, terus ekspresinya lucu juga. Sering senyum-senyum sendiri. Tepat banget diusianya yang ke 2 bulan, Kenzie nunjukin perkembangannya.
Sekali lagi selamat 2 bulan ya ‘de. Mami doain Kenzie sehat terus, cepet besar, tambah pinter, nurut sama mami papi, dan semua doa yang terbaik buat kenzie. Mami papi sayang Kenzie :*

Continue Reading