Cerita Mami Kenzie & Keana

Sharing is Caring!
Uncategorized

Hello.. My Name is Kenzie Adla Kanandar

March 6, 2012
Alhamdulillah.. Akhirnya ada waktu nih buat update blog.. Saya mau cerita tentang kebahagiaan terbesar saya.. My baby boy was born.. Sebenernya proses lahiran dede ga terduga.. Bener-bener gak terduga.. 
Oh iya, kenalin dulu.. Nama anak laki-lakiku Kenzie Adla Kanandar.. Panggil saja Kenzie.. Kenzie berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya pemimpin yang bijaksana, Adla berasal dari bahasa Arab yang artinya adil. Sedangkan Kanandar, merupakan gabungan dari kata Eka yang artinya pertama dan Nandar yang diambil dari nama papi nya.. Jadi, kalau digabungin arti dari namanya adalah Putra pertama Nandar yang insya Allah nantinya bisa menjadi pemimpin yang bijaksana dan adil. Amin…

Kenzie Adla Kanandar

Sekarang, saya mau cerita nih tentang proses persalinan Kenzie.. Yuk disimak..
Jumat, 17 Februari 2012
Saya kontrol ke dokter.. Hasil kontrol menyatakan: jumlah air ketuban cukup, posisi plasenta bagus, berat bayi 3100gram, ukuran lingkar otak 5cm, dan usia kandungan sudah 36-37 minggu. Dokter bilang, dari hasil tersebut sudah cukup umur jika memang harus lahir.
Saya juga bertanya apakah wajar kalau saya sudah merasakan nyeri di bagian perut bawah. Dokter bilang kalau rasa nyeri itu merupakan kontraksi palsu. Saya sudah merasakan nyerinya sejak usia kandungan 36 minggu.
Dokter memberi tahu saya jika nanti terjadi pecah ketuban terlebih dahulu, selama perjalan ke rumah sakit, saya harus tiduran, tidak boleh duduk ataupun berdiri, untuk menghambat air ketuban yang keluar.
Sabtu, 18 Februari 2012
Hari sabtu merupakan jadwal senam hamil. Sebelum senam hamil saya mengikuti kursus prenatal terlebih dahulu. Setelah selesai saya mengikuti senam hamil. Pada saat senam hamil, bumil yang usia kandungannya sudah menginjak dia atas 37 minggu diajarkan cara mengejan. Karena saya belum di atas 37 minggu, saya hanya memerhatikannya saja.
Jam 22.49
Saya lagi tidur, perut bawah terasa nyeri. Saya merubah posisi tidur jadi miring ke kiri. Saya merasakan sesuatu yang agak berbeda. Mungkin feeling untuk melahirkan sudah terasa.  Saya mulai menghitung berapa lama rasa nyeri ini. Sekita 5 menit lebih nyerinya belum hilang. Lalu saya merubah posisi menjadi terlentang, tiba-tiba ada rasa “pluk” dari vagina saya. Saya merasa itu adalah air ketuban yang pecah. Saya langsung panik dan memberi tahu suami. Tidak berapa lama, langsung rembes air dari vagina. Satu kali, dua kali, dan tiga kali. Akhirnya saya benar-benar yakin kalau ini pecah ketuban.
Akhirnya saya dibawa ke rumah sakit. Kenapa ya, apa yang dokter bilang kejadian? Hehe.
Jam 23.30
Setelah sampai di rumah sakit, saya langsung masuk ruangan. Lalu diperiksa oleh bidan apa benar air tersebut merupakan air ketuban, dan ternyata memang benar air ketuban.
Kebetulan sekali dokter Budi Susetyo, dokter obgyn saya baru saja selalu melakukan tindakan SC. Jadi, saya langsung ditangani olehnya, Setelah melakukan pemerikasaan, dokter menyarankan saya untuk melakukan operasi SC karena air ketuban sudah rembes dan baru pembukaan 1.
Minggu, 19 Februari 2012
Jam 02.00
Setelah melakukan perundingan dengan suami dan keluarga, akhirnya kami memutuskan untuk melakukan tindakan SC. Saya hanya berpikir melakukan yang terbaik untuk anak saya.
Jam 02.00 saya mulai masuk ruang operasi. Rasanya campur aduk. Sakit, sedih, takut, tapi juga senang karna saya akan resmi menjadi seorang ibu.
Jam 02.27
Akhirnyaaa saya resmi menjadi ibu. Anak laki-laki dengan berat 3140 gram dan panjang 48cm telah lahir melalui proses SC. Alhamdulillah.. Bahagia rasanya…
Pertama kali mendengar suara tangisnya membuat saya menangis. Apalagi saat dilakukan proses IMD. Pertama kalinya saya menatap wajah malaikat kecil yang selama 9 bulan telah saya kandung, yang selalu menemani saya, yang sering menendang perut saya.  Menatap wajahnya membuat hati saya meleleh.. 
Selanjutnya, saya dipindahkan ke ruang pemulihan. Saya berada disana selama 6 jam dan baru kemudian dipindahkan ke ruang perawatan.
Ketika bius mulai meghilang, rasa sakit mulai terasa. Perut rasanya sakiiiit sekali. Setelah 12 jam dari proses persalinan, saya harus belajar duduk. Perjuangan sekali rasanya untuk duduk saja. Tapi setelah saya duduk dan menggendong Kenzie, rasa sakit itu hilang. Subhanallah sekali..

Rabu, 22 Februari 2012
Setelah dirawat selama 4 hari, akhirnya saya diperbolehkan pulang. Begitulah pengalaman persalinan saya..
Saya akan bercerita lagi tentang pengalaman lainnya.
Terima kasih untuk suami, keluarga, dan Dr. Budi Susetyo, S.Pog yang telah berperan dan membantu dalam proses persalinan ini.
Oh iya, rasanya jadi seorang ibu itu luar biasa sekali. Terima kasih Allah telah memberikan rezeki yang luar biasa.. đŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *